Berita Banda Aceh
Atasi Banjir Genangan dan Kiriman, Pemko Banda Aceh Segera Tata Ulang Drainase Kota
Drainase yang terdapat di tengah kota dan pinggiran Kota Banda Aceh saat ini, dibangun pascabencana tsunami, 15 tahun silam.
Penulis: Herianto | Editor: Ibrahim Aji
Drainase yang terdapat di tengah kota dan pinggiran Kota Banda Aceh saat ini, dibangun pascabencana tsunami, 15 tahun silam.
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Karena dinilai sudah tak mampu menampung volume banjir kenangan maupun kiriman, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan menata ulang drainase yang ada di wilayahnya.
“Kapasitas drainase kota saat ini hanya mampu menampung 115 milimeter/jam air hujan yang turun. Sedangkan air hujan yang turun belakangan ini volumenya ada yang mencapai 287 milimeter/jam,” jelas Aminullah Usman melaluji Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin ST MT kepada Serambinews.com, Minggu (7/6/2020).
Dikatakan, dengan volume curah hujan seperti itu, tambahnya, wajar jika di sebagian wilayah kota mengalami banjir genangan saat hujan deras turun.
Jalaluddin mengungkapkan, drainase yang terdapat di tengah kota dan pinggiran Kota Banda Aceh saat ini, dibangun pascabencana tsunami, 15 tahun silam dengan kapasitas daya tampung curah hujan sekitar 115 mili meter/jam.
Sementara volume hujan yang turun selama ini di Kota Banda Aceh menurut perhitungan BMGK, ada yang mencapai 287 mili meter/jam.
• Api dari Pembakaran Sampah Hanguskan Rumah Warga Gampong Keuramat, Banda Aceh
Kalau volume air hujan yang turun, melampui kapasitas daya tampung saluran, wajar dalam waktu beberapa menit hujan, sebagian wilayah kota langsung digenagani air hujan.
Dikatakan, pada rapat rapat penanganan banjir kota yang dipimpin langsung Wali Kota Banda Aceh dan dihadiri Wakil Wali Kota, para asisten dan dinas teknis, rencana penataan drainase kota akan dimulai dari hulu hingga hilir.
“Untuk rencana itu, Pemko akan menggandeng para ahli hidrologi yang ada di Kota Banda Aceh dan Unsyiah, guna mereview ulang desain drainase yang ada sekarang untuk kebutuhan 30-50 tahun,” ujar Jalaluddin.
Terkait rencana itu, Kadis PUPR Kota Banda Aceh Jalaluddin dan Asisten II Pemko Banda Aceh Bahktiar, Minggu (7/6/2020) melakukan peninjauan lokasi tanah kosong yang akan dijadikan kolam penampungan air, di Neusu Aceh.
Di lokasi ini ada tanah kosong seluas 2.100 meter persegi yang akan dibebaskan untuk menjadi tempat penampungan air hujan.
Pada saat terjadi genangan air di kawasan tersebut, air yang ada di permukiman masyarakat akan disedot dengan pompa untuk kemudian salurkan ke kolam penampungan.
• Hasil Tangkapan Nelayan PPS Lampulo Melimpah, Ratusan Ton Tongkol dan Dencis Dijual ke Medan
Metode itu, kata Jalaluddin, dilakukan untuk mempercepat pembuangan genangan air hujan di permukiman penduduk.
Untuk memulai penataan ulang drainase kota, pihaknya harus melakukan penelitian dan survei ketinggian tanah di daerah yang sering dilanda banjir genangan. Penelitian ini diperlukan, untuk menentukan bentuk drainase yang akan dibangun nantinya.