Berita Pidie Jaya
Hasil Produksi Garam Pijay Melimpah, Begini Upaya dan Target Produksinya
Adapun target produksi yang telah berjalan selama satu tahun yaitu 1.000 ton lebih.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Adapun target produksi yang telah berjalan selama satu tahun yaitu 1.000 ton lebih.
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Hasil produksi garam di Pidie Jaya (Pijay) melimpah.
Hasil itu selama dua tahun terakhir lewat program pengembangan garam Geo Membran pada program 2018 hingga 2019.
Hingga saat ini telah menghasikan garam secara melimpah.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berkomitmen besar dalam mengembangkan usaha produksi garam.
Dengan penerapan sistem Geo Membram atau penguapan di empat kecamatan dengan luas 341 Ha.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pijay melalui Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Yulizar SPI kepada Serambinews.com, Minggu (7/6/2020) mengatakan, sebagaimana diketahui, DKP Pijay selama dua tahun berturut- turut mulai 2018 lalu telah membangun lokasi pengembangan garam Geo Membran.
Pembangunan garam itu pada lahan 183 Ha dengan bantuan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp 4 miliar di Kecamatan Bandar Baru.
Lalu, Panteraja serta Tringgadeng.
• Malam Ini, 50 Pekerja Asal Medan Jalani Rapid Test Massal Covid-19 di Nagan Raya
• Istri Plt Gubernur Aceh Salurkan Bantuan Pemprov ke Aceh Timur
• Brimob Semprot Desinfektan di Pesantren Lhokseumawe
Adapun target produksi yang telah berjalan selama satu tahun yaitu 1.000 ton lebih.
Mengingat animo besar dari para petani, maka 2019 dilakukan pengembangan lahan ditambah pada lokasi 158 Ha di enam lokasi yaitu, lokasi Grong Capa, Kecamatan Ulim, Cot Lehue Reng Kecamatan Tringgadeng.
Lalu, Paradeu Kecamatan Panteraja, Paru Keudee, Paru Cot dan Cut Njong, Kecamatan Bandar Baru dengan bantuan dana Rp 5 Miliar.
"Sebagian besar lokasi dari 158 Ha usaha garam rakyat dengan sistim Geo Membran ini telah berjalan dan berproduksi dimana setiap petani mampu menghasilkan 600 Kg hingga 900 Kg saban harinya," ujar Yulizar SPI.
Dijelaskan Yulizar, adapun target pada lokasi lahan 183 H ini untuk setiap tahunnya jika berjalan normal 3.000 ton hingga 5.000 ton.
Adapun target DKP tetap menjadikan kabupaten Pijay sebagai sentral penghasil garam se Sumatera dengan dukungan semangat dari para ribuan petani.