Kamis, 7 Mei 2026

Update Corona

Amerika Latin Kalah Perang Melawan Virus Corona, Catat Lebih dari 1,3 Juta Kasus dan 65.000 Kematian

Brasil, Meksiko, Peru, dan Chili adalah negara yang paling terpengaruh oleh coronavirus di Amerika Latin dengan jumlah infeksi dan kematian tertinggi.

Tayang:
Editor: Zaenal
expat-chronicles.com
Peta wilayah Amerika Latin 

SERAMBINEWS.COM, BOGOTA, KOLOMBIA - Kasus dan kematian terkait virus Corona di seluruh Amerika Latin meningkat lebih cepat daripada tempat lain di dunia dan di negara-negara yang paling terkena dampak.

Hingga saat ini, serangan virus corona atau Covid-19 di wilayah Amerika Latin belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Wilayah ini telah mencatat lebih dari 1,3 juta kasus dan 65.000 kematian.

Tetapi perubahan jumlah kasus di Brasil mengundang pertanyaan tentang keadaan yang sebenarnya terjadi di negara itu, tulis Kantor Berita Turki Anadolu Agency, Selasa (9/6/2020).

Brasil, Meksiko, Peru, dan Chili adalah negara yang paling terpengaruh oleh coronavirus di Amerika Latin dengan jumlah infeksi dan kematian tertinggi.

Selama akhir pekan, masing-masing negara melaporkan angka rekor.

Update Corona Seluruh Dunia 9 Mei 2020: Jumlah Infeksi Brazil Meningkat 1.000, Total Kasus 4 Juta

Presiden Brazil Bertengkar Hebat dengan Gubernur Negara Bagian, Ada Apa?

Berikut rincian kasus serangan coronavirus di negara-negara Amerika Latin.

1. Brazil

Sebuah kontroversi baru pecah di Brasil, pusat dari coronavirus di Amerika Latin akhir pekan ini.

Kontroversi ini terjadi ketika pemerintah memutuskan untuk mengubah metodologi penghitungan infeksi dan kematian oleh COVID-19, yang menyebabkan penundaan dan kurangnya data yang terkonsolidasi mengenai dampak pandemi di negara ini.

Setelah tiga hari berturut-turut dengan catatan kematian setiap hari, Kementerian Kesehatan mengadopsi metodologi baru untuk pengungkapan data resmi pada hari Jumat.

Buletin yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan tidak lagi mencakup data gabungan tentang jumlah kumulatif kematian, kasus yang dikonfirmasi dan pulih, infeksi yang sedang dianalisis, kematian yang diselidiki dan kurva tren.

Pada hari Senin, kementerian harus memperbaiki data resmi terakhir yang dirilis pada Minggu malam, yang menurutnya dalam 24 jam terakhir total 1.382 kematian dan 12.581 infeksi telah didaftarkan.

Negara itu terbangun Senin hingga 857 lebih sedikit kematian dan 6.331 kasus lebih dikonfirmasi daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Laporan itu mengatakan ada 525 kematian dan 18.912 infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved