Luar Negeri
India Olok-olok Imran Khan , Alih-alih Beri Bantuan, Utang Pakistan Membengkak
Pemerintah India, Jumat (12/6/2020) mengolok-olok rencana Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan membantu negaranya.
Penelitian dilakukan oleh pakar University of Pennsylvania, University of Chicago dan Pusat berbasis di Mumbai untuk Pemantauan Ekonomi India (CMIE).
Keduanya mengatakan 84 persen rumah tangga melaporkan penurunan pendapatan karena lockdowon.
Laporan itu menunjukkan penurunan pendapatan seiring peningkatan tajam pengangguran selama penguncian diberlakukan.
ITingkat pengangguran India mencapai 25,5 persen pada 5 Mei, dari basis 7,4 persen pada 21 Maret, laporan itu mengatakan.
Ditambahkan, rumah tangga di pedesaan terkena dampak negatif yang tidak proporsional.
Sekitar 88 persen rumah tangga pedesaan melaporkan penurunan pendapatan di bawah penguncian.
Dibandingkan dengan 75 persen rumah tangga di perkotaan.
Sebelumnya, pemimpin Kongres Rahul Gandhi juga telah berjuang untuk transfer uang.
Dia mengatakan uang itu harus dimasukkan langsung ke dalam kantong rakyat.
Dia lebih lanjut mengatakan 'Nyay' dapat diterapkan untuk sementara waktu membantu orang-orang dalam kesulitan.
Rahul memberikan pernyataan ini setelah Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengumumkan tiga tahapan paket bantuan.
Hal itu setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan paket stimulus Rp 1.080 tirliun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-pakistan-imran-khan.jpg)