Sabtu, 25 April 2026

Optimalisasi PBM, Bupati Aceh Besar Vidcon dengan Ratusan Kepala Sekolah

Sebagai salah satu wilayah zona hijau, Aceh Besar akan mengeluarkan edaran kebijakan untuk optimalisasi proses belajar mengajar (PBM)

Editor: bakri
Foto/ Media Center Aceh Besar
Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali bersama sejumlah pejabat lainnya saat melakukan tatap muka virtual bersama ratusan Kepala Sekolah di Posko Percepatan Penanganan Covid-19, Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Kamis (11/6/2020). 

JANTHO - Sebagai salah satu wilayah zona hijau, Aceh Besar akan mengeluarkan edaran kebijakan untuk optimalisasi proses belajar mengajar (PBM) di masa new normal dengan standar protokol Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali saat melakukan tatap muka virtual bersama 200 lebih Kepala Sekolah di Posko Percepatan Penanganan Covid-19, Si­breh, Kecamatan Suka Makmur, Kamis (11/6/2020).

“Penilaian pusat terhadap Aceh Besar sebagai Zona Hijau Covid-19 dan memasuki New Normal, akan dikeluarkan edaran kebijakan baru dari semua sektor termasuk pendidikan,” kata Mawardi Ali.

Bupati mengapresiasi para kepala sekolah dan guru yang telah mener­apkan proses belajar dan mengajar melalui Luring dan Daring dengan se­gala keterbatasan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Ia meminta selama proses ujian naik kelas dan penerimaan siswa baru yang sedang berlangsung agar tetap menerapkan protokol Covid-19 dengan baik. “Tetap memperhatikan protokol kesehatan selama proses ujian naik kelas dan penerimaan siswa baru yang sedang berlangsung,” pintanya saat menjawab pertanyaan kepala sekolah yang ditanyakan langsung secara virtual.

Mawardi Ali juga meminta kepada para guru dimasa new normal dan akan dikeluarkannya kebijakan baru untuk tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang khususnya melalui media sosial. “Jangan buat statement yang tidak paham sehingga akan me­nimbulkan salah paham. Guru harus tetap menjadi agen transfer knowledge dan penyampai informasi dan teladan yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara dari unsur Majelis Pendi­dikan (MPD) Aceh Besar Drs Abu Bakar MPd mengutip penyataan Dirjen GTK Kemendikbud RI yang mengatakan bahwa selama Pandemi Covid-19 terselenggara 97,4% belajar dari rumah dengan model 54% Daring secara online dan sisanya 46% Luring yaitu pendekatan dengan modul tertentu dan diantar ke siswa.

“MPD mengamati dan menilai bahwa pembelajaran daring dan luring yang ber­jalan di Aceh Besar selama ini lebih baik,” ujar Abu Bakar, dan berharap proses yang sedang berlangsung tetap bertahan yang dimungkinkan semoga menuju normal sebagaimana sedia kala.

Pada kesempatan itu, Kepala Seko­lah SD Bung Cala, Kuta Baro Maidarisah SPd mengungkapkan langsung bahwa selama ini membuktikan bahwa peran guru tidak bisa tergantikan. “Orang tua pun tidak bisa mengatasi siswa selama Pandemi ini, terutama saat belajar dari ru­mah. Ini membuktikan bahwa peran guru memang tidak bisa tergantikan,” ujarnya.

Selain itu, kepala SMP Al-Fauzul Kabir, Kota Jantho Fakhruddin SAg MA juga menyampaikan bahwa metode pembelajaran selama ini lebih memak­simalkan WAG dalam pemberian tugas. “Media WAG kami kelola sebagai sarana pemberian tugas dan pemantauan kegia­tan siswa secara videi firtual langsung,” terangnya.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 - 12.00 WIB yang difasilitasi oleh Disdikbud Aceh Besar tersebut dengan Narasumber dilokasi antara lain Bupati Aceh Besar, Kadisdikbud Dr. Silahuddin M.Ag dan MPD Aceh Besar Drs Abu Bakar M.Pd serta Kepala LPMP Aceh Dr Muslihuddin MPd yang bergabung dari Bandung. (HAB/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved