Breaking News:

Tinggi, Permintaan Tes Swab di Lab Unsyiah

ejak dibuka 6 Mei 2020 lalu oleh Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU, sampai Rabu (10/6/2020), jumlah sampel swab

Tinggi, Permintaan Tes Swab di Lab Unsyiah
IST
Prof. Dr. dr Maimun Syukri, SP.PD-KGH, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

* Sehari Mencapai 15 Sampel

BANDA ACEH - Sejak dibuka 6 Mei 2020 lalu oleh  Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU, sampai Rabu (10/6/2020), jumlah sampel swab yang sudah diperiksa Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedoktera (FK) Unsyiah mencapai 519 sampel. Jika dirata-ratakan, per harinya dilakukan pemeriksaan terhadap 15 sampel. Sedangkan untuk untuk rapid tes baru 136 orang atau 3-4 orang/hari.

“ Mulai bulan ini permintaan  pemeriksaan swab RT-PCR dari pemerintah kota dan kabupaten akan membludak. Dari Pemko Banda Aceh, sebanyak 1.300 orang, kemudian Pemkab Aceh Besar 2.000 orang. Setelah itu giliran Abdya, Kota Langsa, Nagan Raya dan sejumlah perusahaan tambang lainnya,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah, Prof Dr dr Maimun Syukri SpPD-KGH Finasim, didampingi Manajer Operasional Laboratorium Penyakit Infeksi FK Unsyiah, dr Ichsan MSc kepada Serambi, di ruang kerja Dekan FK Unsyiah, Jumat (12/6/2020).

Dikatakan, sampel swab yang masuk ke Lab Penyakit Infeksi FK Unsyiah berasal dari berbagai rumah sakit umum daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, pekerja dari luar yang datang ke Aceh, kelompok rentan, serta masyarakat umum yang ingin tahu, untuk kepentingan pekerjaan bahwa dirinya terbebas dari Covid-19.

Hasil pemeriksaan swab  Real Tim-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dilakukan Lab FK Unsyiah itu, akan dijadikan bahan penilaian dan kajian bagi dinas kesehatan setempat. “Hasil ini juga untuk menentukan apakah daerah itu masuk kategori ringan, sedang dan berat terhadap penularan virus corona,” ujarnya.

Maimun Syukri menyebutkan, pada bulan depan Aceh Besar juga akan melakukan tes swab bagi 2.000 warganya. Jumlah itu lebih banyak dari Banda Aceh, yang hanya 1.300 warga.

Selain dari berbagai daerah, pengelola RS Prince Nayef bin Abdul Azis Universitas Unsyiah juga mengajukan surat untuk tes swab, namun jumlahnya tidak banyak. Pada bulan Mei surat rapid tes yang dikeluarkan sebanyak 27 lembar dan surat PCR swab sebanyak 15 lembar. “Totalnya sebanyak 42 orang. Orang yang mengambil surat kesehatan tersebut, kata Maimun Syukri, biasanya untuk kepentingan perjalanan ke luar daerah, kerja atau kepentingan lain,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk bulan Juni jumlah permintaan surat kesehatan itu mengalami peningkatan. Pada  tanggal 1-10 Juni totalnya sebanyak 56 lembar. “Jumlah ini tergolong sedikit, karena para pejabat, dosen, pebisnis, mahasiswa dan masyarakat umum masih takut melakukan perjalan ke luar Aceh.”

Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah, Prof Dr dr Maimun Syukri SpPD-KGH Finasim menambahkan, layanan pemeriksaan swab dan rapid tes dibagi tiga. Pertama berupa layanan gratis bagi warga yang berstatus ODP dan PDP. Kedua, layanan untuk perusahaan atau lembaga yang ada kerja sama dengan Unsyiah dan ketiga layanan mandiri.

“Untuk layanan perusahaan biaya pemeriksaan dengan jumlah 1-50 orang tarifnya Rp 1,2 juta. Sedangkan pemeriksaan mandiri bertarif Rp 1,5 juta,” jelas Maimun Syukri.

Tarif itu, kata Maimun Syukri, lebih rendah dari beberapa rumah sakit dan Lab lain yang membuka layanan pemeriksaan swab maupun rapid tes. Untuk bulan ini, Lab Penyakit Infeksi FK Unsyiah menerima order pemeriksaan swab RT-PCR dari Pemko Banda Aceh untuk 1.300 orang, atau sebesar 0,5 persen dari total penduduk kota Banda Aceh. Pesanan sebanyak 1.300 orang itu, akan dituntaskan sampai akhir bulan Juni.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved