Breaking News:

Derita Anak Lumpuh Layu

Kisah Keluarga Miskin di Aceh Timur dengan Tiga Anak Didera Lumpuh Layu

"Baik Nurhadi mapun suaminya punya mimpi yang sama agar bisa segera membebaskan anak-anak mereka dari penyakit lumpuh layu."

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
ACT Aceh/For Serambinews.com
Tim dari MRI Aceh Timur saat menyerahkan santunan pengobatan untuk tiga anak dari pasangan Husani-Nurhadi, warga Desa Alue Buloh Sa, Simpang Ulim, Aceh Timur yang didera lumpuh layu. 

Pada 8 Juni 2020, tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Timur-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menyambangi rumah pasangan suami istri, Husaini dan Nurhadi di  Desa Alue Buloh Sa, Simpang Ulim, Aceh Timur. Pasangan ini memiliki empat anak, tiga di antaranya didera lumpuh layu sejak usia 7 dan 8 tahun. Humas ACT Aceh, Zulfurqan dalam rilisnya yang dikirim ke Serambinews.com melaporkan suasana haru yang mewarnai pertemuan Tim MRI Aceh Timur dengan keluarga miskin tersebut.   

NURHADI, ibu empat anak itu tak sanggup membendung air mata haru ketika menerima santunan biaya pengobatan tiga anaknya yang didera lumpuh layu. 

Santunan itu digalang oleh ACT Aceh melalui platform Kitabisa.com.

Sambil berusaha tegar, Bu Nurhadi menceritakan derita yang dialami tiga dari empat anaknya yang didera lumpuh layu sejak usia 7 dan 8 tahun.

"Bu Nurhadi begitu terharu saat menerima santunan untuk biaya pengobatan anak-anaknya. Beliau tak mampu menahan tangis," lapor Zulfurqan mengutip pengakuan rekan-rekannya dari MRI Aceh Timur, yaitu Abubakar, Yulizar, dan Imam Reza yang menyalurkan santunan tersebut langsung kepada Nurhadi di kediamannya, Desa Alue Buloh Sa, Simpang Ulim, Aceh Timur.

Menurut laporan, Nurhadi bersama suaminya, Husaini termasuk keluarga kurang mampu. Sang suami bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

VIDEO - Mewahnya Catamaran, Kapal Baru ke Sabang - Pulo Aceh

Hingga kini Nurhadi bersama suami dan empat anaknya masih tinggal menumpang di rumah orangtuanya. Nurhadi mengaku hingga kini sedang menunggu bantuan rumah dari Pemkab Aceh Timur.

Karena faktor ekonomi itu pula, pasangan ini berkali-kali terpaksa menunda pengobatan tiga anaknya yang menderita lumpuh layu, yaitu Jasril Muna (15), Muhammad Danil (11), dan Ismuhar (9). Sedangkan si bungsu, Nursyifa yang belum usia sekolah kondisinya sehat.

RSUCM Aceh Utara Sedang Rawat 7 Warga Positif Covid-19, Ini Riwayat dan Kondisi Mereka  

Untuk menopang ekonomi keluarga, Nurhadi berjualan pisang goreng dan kue basah. Namun, di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, dia tak bisa maksimal membantu suami.

“Keluarga kami berusaha bertahan menghadapi kebutuhan hidup, terlebih di saat pandemi begini, kondisi jadi semakin sulit. Dengan adanya pendampingan dari ACT, kami merasa sangat terbantu,” ujar Nurhadi.

VIDEO - Didemo Warganya, Keuchik Tunda Pembagian Dana BLT Desa Ujong Tanoh Darat Aceh Barat

Kini, lanjut Nurhadi, anak-anaknya hanya menjalani pengobatan urut rutin untuk merangsang saraf-saraf kaki mereka.

"Alhamdulillah, ada perkembangan positif.  Kami berharap bisa membawa mereka berobat ke dokter spesialis atau ke rumah sakit agar penyakit mereka bisa segera sembuh,” kata Nurhadi.

Baik Nurhadi mapun suaminya punya mimpi yang sama agar bisa segera membebaskan anak-anak mereka dari penyakit lumpuh layu. Nurhadi dan Husaini berharap masih ada dermawan yang bisa membantu mewujudkan mimpi mereka.

“Semoga mereka bisa tumbuh normal layaknya anak-anak yang lain,” ucap Husaini. (Nasir Nurdin/Serambinews.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved