Jumat, 1 Mei 2026

Solidaritas untuk Palestina

Lintas Komunitas Galang Dana Pembangunan Sumur Wakaf Aceh di Palestina

“Zionis Israel terus menerus menyulitkan warga di sana mendapatkan akses air bersih. Bahkan mereka melindas jalur pipa air dengan tank.”

Tayang:
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
ACT Aceh/For Serambinews.com
Relawan turun ke jalan, termasuk di kawasan Kota Banda Aceh menggalang dana untuk pembangunan sumur wakaf Aceh di Palestina. 

“Zionis Israel terus menerus menyulitkan warga di sana mendapatkan akses air bersih. Bahkan mereka melindas jalur pipa air dengan tank.”

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Para pemuda Pidie yang tergabung dalam lintas komunitas menginisiasi pembangunan sumur wakaf pertama rakyat Aceh di Gaza, Palestina, bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

Gagasan membangun sumur wakaf Aceh tersebut didasari fakta di lapangan bahwa 97 persen air di sana tidak layak konsumsi akibat tercemar limbah beracun. 

Adapun lintas komunitas yang terlibat dalam penggalangan dana untuk pembangunan sumur wakaf Aceh di Palestina yaitu Pemuda Peduli Sesama (P2S) Kota Beureunuen, Pemuda Peduli Palestina Kota Beureunuen, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pidie.

Berikutnya, Pemuda Pancasila, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sigli, Forum Pemuda Pidie, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia, Pelajar Islam Indonesia (PII) Pidie.

Juga bergabung Akademi Keperawatan Jabal Ghafur Sigli, BFLF Pidie, Komunitas Pelajar Inspirasi Pidie, Aliansi Mahasiswa Merah Putih, Badan Kontak Majelis Taklim Pidie (BKMT), Maslahat untuk Umat, dan Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta.

Tahun Ajaran Baru, Illiza Saaddudin Djamal Ingatkan 10 Hal kepada Menteri Dikbud, Apa Saja?

Wings Air Kembali Jadwalkan Terbang Senin dan Jumat ke Nagan Raya

Informasi yang diterima Serambinews.com, bagi komunitas yang ingin berpartisipasi dalam aksi ini bisa menghubungi Ketua P2S, Ibnu Khaldun melalui 085319579453 atau Sekjen MRI Pidie, Afdhalul Rahman 082364026318.

Ibnu Khaldun mengatakan, pembangunan sumur wakaf tersebut menjadi  tonggak baru sejarah Aceh dan Palestina.

“Ini akan menjadi kelanjutan cerita kedermawanan orang Aceh dalam bersedekah,” ujar Ibnu Khaldun yang juga staf ACT Aceh di Banda Aceh, Senin (15/6/2020).

Pembangunan sumur wakaf di Palestina, lanjut Ibnu Khaldun akan menjadi kelanjutan cerita kedermawanan orang Aceh seperti wakaf Baitul Arsyi di Mekkah, pembelian pesawat pertama Indonesia.

Contoh lainnya, Solidaritas Aceh untuk Rohingya (SAUR) membangun Rumah Yatim Rohingya di Padua, Chittagong, Bangladesh bekerja sama dengan ACT, pelepasan 1.000 ton beras untuk Suriah oleh ulama dan rakyat Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dan sejumlah cacatan lainnya.

Imigrasi Tangkap WN Malaysia, Diamankan dari Lokasi Tambang Emas Ilegal

Kali ini, kata Ibnu Khaldun, lintas komunitas menggalang kepedulian masyarakat, menjalin kemitraan, dan mengajak seluruh dermawan mewujudkan sumur wakaf rakyat Aceh untuk Palestina.

Apalagi saat ini sebanyak 1,9 juta warga Palestina mengalami krisis air bersih. 

“Zionis Israel terus menerus menyulitkan warga di sana untuk bisa dapat akses air bersih. Bahkan mereka tega melindas jalur pipa air dengan tank mereka seperti terjadi di Jordan Valley,” lanjutnya.

Masyarakat dapat ikut berwakaf sumur pertama rakyat Aceh di Palestina melalui virtual account BNI Syariah 8660291020050162 atas nama Aksi Cepat Tanggap.

Sekolah di Zona Hijau Boleh Lakukan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka, Berlaku untuk SMP & SMA

Konfirmasi donasi dan informasi selengkapnya dapat melalui telepon 0651-7315352, WhatsApp 082283269008, dan instagram @act_aceh.

“Insya Allah, sumur wakaf ini akan terwujud dengan doa dan dukungan kita bersama,” pungkasnya.

Head of Marketing ACT Aceh, Lisdayanti menuturkan, ACT sudah membangun empat sumur yang sudah aktif mengalirkan air kepada masyarakat Palestina.

“Sumur wakaf tidak hanya mengalirkan air bagi rakyat Palestina yang sangat membutuhkannya, bahkan mengalirkan pahala kepada pewakifnya meskipun telah meninggal dunia,” paparnya.

Lisdayanti menuturkan, dengan berpartisipasi membangun sumur wakaf berarti telah mengikuti jejak Khalifah Usman bin Affan mewakafkan sumur Raumah kepada kaum muslimin yang kesulitan air bersih pada masanya. 

“Wakaf adalah solusi permasalahan umat. Tidak ada istilah rugi menyerahkan harta kepada Allah dalam bentuk wakaf. Mudah-mudahan berwakaf sumur untuk Palestina bisa menghindarkan kita dari berbagai macam bala,” demikian Lisdayanti. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved