Breaking News:

Virus Corona Serang Dunia

Pernyataan Membingungkan WHO soal OTG Corona, Ini Klarifikasinya

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS pun mengatakan bahwa paparan virus corona yang tanpa gejala dialami oleh 25-45 persen kasus.

DOK RSUD SAWERIGADING
Pasien dalam Pengawasan (PdP) Coronavirus Disease (Covid-19) dari Kabupeten Luwu, Sulsel, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading, Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (21/3/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Pejabat WHO belum lama ini mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau asimtomatik sangat jarang menularkan virus corona SARS-CoV-2 ke orang lain.

Hal ini membuat banyak kalangan bingung.

Pasalnya, para pakar dan banyak bukti studi ilmiah mengatakan bahwa orang tanpa gejala (OTG) corona sangat mungkin menularkan virus ke orang lain dan hal ini menjadi ancaman dalam penyebaran Covid-19.

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS pun mengatakan bahwa paparan virus corona yang tanpa gejala dialami oleh 25-45 persen kasus.

"Bukti menunjukkan bahwa 25 hingga 45 persen orang yang terinfeksi corona kemungkinan tidak memiliki gejala," kata Fauci kepada ABC News, pekan lalu (9/6/2020).

Fauci pun mengatakan, hasil riset epidemiologi menunjukkan bahwa OTG corona dapat menularkan virus ke orang lain kendati mereka tidak memiliki gejala.

Selain itu, hasil analisis terbaru yang dilakukan Scripps Research terkait data publik infeksi tanpa gejala atau asimtomatik juga menunjukkan hal serupa.

Peneliti mengungkap bahwa OTG memainkan peran penting dalam penyebaran awal virus corona SARS-CoV-2 yang bertanggung jawab atas penyakit Covid-19.

Hasil analisis menunjukkan, presentase OTG mencapai 45 persen dari seluruh kasus Covid-19.

Temuan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine ini menggarisbawahi pentingnya pengujian ekstensif dan kontak tracing demi mengurangi penyebaran.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved