Senin, 20 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Pernyataan Membingungkan WHO soal OTG Corona, Ini Klarifikasinya

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS pun mengatakan bahwa paparan virus corona yang tanpa gejala dialami oleh 25-45 persen kasus.

Editor: Faisal Zamzami
DOK RSUD SAWERIGADING
Pasien dalam Pengawasan (PdP) Coronavirus Disease (Covid-19) dari Kabupeten Luwu, Sulsel, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading, Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (21/3/2020). 

Jikapun terjadi penyebaran, hal ini sangat langka.

Namun beberapa penelitian telah memperkirakan bahwa OTG - baik yang asimtomatik (tidak menunjukkan gejala) atau presimtomatik (belum menunjukkan gejala) - merupakan penyebab separuh penularan dari total kasus yang ada.

Menurut para ahli, ini yang menyebabkan virus sangat sulit ditangani.

Sebagai contoh, mengisolasi orang yang sakit tidak mencegah kemungkinan mereka menularkan virus ke orang lain.

Beberapa studi pemodelan telah mengasumsikan penularan asimtomatik yang cukup luas.

"WHO membuat gaduh setelah mengatakan bahwa pasien tanpa gejala jarang menularkan penyakit ini," sebuah email dari Harvard Global Health Institute mengatakan Selasa.

"Semua bukti terbaik menunjukkan bahwa orang tanpa gejala dapat dan dengan mudah menyebarkan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19," imbuh keterang Harvard.

Faktanya, beberapa bukti menunjukkan bahwa orang mungkin paling menular pada hari-hari sebelum mereka menjadi simtomatik yaitu, pada fase presimptomatik ketika mereka merasa baik, tidak memiliki gejala, tetapi mungkin bisa menularkan sejumlah virus ke orang lain.

Ini artinya, orang yang tidak menunjukkan gejala tetap dapat menyebarkan virus, baik nantinya mereka merasa sakit atau tidak.

Hal inilah kenapa menggunakan masker dan menjaga jarak sangat penting dalam membatasi transmisi.

Pentingnya mengetahui rute penularan

Mengetahui rute penularan virus corona sangat penting dilakukan.

Hal ini membantu pakar kesehatan mengembangkan strategi yang tepat untuk memerangi virus.

Pada konferensi yang diadakan WHO pekan lalu, para pejabat menekankan hingga saat ini para ahli masih terus mempelajari lebih banyak tentang virus corona baru dan bagaimana penyebarannya.

Banyak negara telah menunjukkan bahwa taktik terbaik untuk mengatasi pandemi adalah mengisolasi kasus, melacak kasus, dan mengkarantina orang yang telah melakukan kontak dengan orang terinfeksi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved