Minggu, 12 April 2026

Ribuan Rumah Terendam Banjir, Di Lima Kecamatan di Aceh Utara

Ribuan rumah dalam lima kecamatan di Aceh Utara pada Selasa (16/6/2020) pagi, kembali direndam banjir luapan dari krueng

Editor: bakri
SERAMBI/JAFARUDDIN
Anak-anak di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara bermain air banjir dengan menggunakan sampan, Selasa (16/6/2020). 

LHOKSUKON – Ribuan rumah dalam lima kecamatan di Aceh Utara pada Selasa (16/6/2020) pagi, kembali direndam banjir luapan dari krueng yang berada di kawasan masing-masing. Selain merendam rumah, ribuan hektare areal sawah yang sudah dan  dan akan ditanami padi juga ikut terendam. 

Lima kecamatan tersebut yang terendam banjir adalah Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, dan Langkahan. Dari lima kecamatan tersebut, dua kecamatan terparah yaitu Matangkuli dan Pirak Timu. Kondisi banjir di dua kecamatan itu hampir merata di sejumlah desa, dan ketinggian air sudah mencapai satu meter lebih.

Informasi yang diperoleh Serambi, air mulai meluap dari Krueng Pirak sekira pukul 06.00 WIB, dan mulai merendam rumah warga di Kecamatan Matangkuli dan kemudian ke Pirak Timu, sekira pukul 09.00 WIB. Dalam waktu yang tak lama, puluhan desa dalam dua kecamatan itu sudah terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih di lokasi tertentu.

Untuk Kecamatan Matangkuli desa yang terendam yakni Lawang, Siren, Tanjong Haji Muda, Hagu, Teumpok Barat, Meunasah Pante Pirak, Alue Tho, Tanjong Tgk Ali, Tanjong Tgk Kari, Leubok, Meunye Pirak, Cibrek, Punti dan sejumlah desa lainnya. Sedangkan di Pirak Timu yang terendam, Desa Alue Bungkoh, Rayeuk Pange, Desa Bungong, Asan Krueng Kreh, Geulumpang, Triemg, Keutapang, Reungkam.

“Tadi pagi masih ada warga yang bisa melintasi jalan menuju ke Kecamatan Matangkuli dan Lhoksukon. Namun, mulai tadi siang tak bisa lagi, karena air semakin tinggi,” ujar warga Pirak Timu, Teuku Faisal Razi kepada Serambi, Selasa (16/6). Beberapa warga yang mencoba mengarungi banjir dengan sepeda motor, tapi gagal karena sepmor mogok.

Bustanul Hakiki (30), warga Matangkuli kepada Serambi menyebutkan, banjir kali terparah di kawasan Pante Pirak dan sekitarnya, karena air Krueng Pirak lebih dulu meluap dan bertambah dengan Krueng Kereuto. “Banjir kali ini juga parah, karena dua sungai meluap,” ujar Bustanul.

Muhammad Ilham, warga Desa Siren kepada Serambi menyebutkan, sampai sekarang masih bertahan di rumahnya, tapi ketinggian di kawasan Desa Pante Pirak sudah lebih dari satu meter. “Sampai sekarang airnya terus naik dan semakin meluas,” katanya. Untuk menuju ke pusat kecamatan warga harus menggunakan perahu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Matangkuli, Iptu Asriadi kepada Serambi menyebutkan, pihaknya sudah menyaluarkan bantuan berupa beras ke Desa Tanjong Haji Muda, Lawang, karena kedua tersebut terisolir. “Ketinggian air di dua desa tersebut sampai siang ini sudah mencapai satu meter lebih,” ujar Kapolsek Matangkuli.

Disebutkan, bantuan beras tersebut berasal dari polres yang diantar petugas. Untuk mengantarkan bantuan tersebut langsung ke masyarakat, pihaknya harus menggunakan sampan. “Pengungsi sampai kini belum ada, tapi kita akan terus pantau kondisi banjir dan kita siagakan petugas di lokasi,” tutup Kapolsek Matangkuli.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved