Minggu, 14 Juni 2026

Berita Banda Aceh

15 Menit Pengenalan Mesin, 5 Menit Kemudian Ledakan, Penanganan Korban Jadi Prioritas ASDP

Selang infus masih terpasang di tangannya, sementara kedua telapak dan lengannya juga dibalut perban akibat luka bakar yang dideritanya

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/Indra Wijaya
JALANI PERAWATAN - Para pasien korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 menjalani perawatan di IGD RSUDZA, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Taruna semester II Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati itu kini hanya bisa terbaring di Ruang Raudhah 7 RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh
  • PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama perusahaan.
  • Operasional KMP Aceh Hebat 2 sementara dihentikan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wajah Saufi Ramadhan (20) hampir seluruhnya tertutup perban. Hanya bagian mata dan mulut yang masih terlihat. Selang infus masih terpasang di tangannya, sementara kedua telapak dan lengannya juga dibalut perban akibat luka bakar yang dideritanya.

Taruna semester II Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati itu kini hanya bisa terbaring di Ruang Raudhah 7 RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Bibirnya mengelupas akibat sambaran api. Namun di tengah kondisinya yang masih lemah, ia masih mengingat dengan jelas detik-detik ketika ledakan mengguncang ruang mesin KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, hanya sekitar lima menit sebelum insiden, ia dan beberapa rekannya memutuskan keluar dari ruang mesin utama karena tidak tahan dengan suhu panas di dalam ruangan tersebut. "Kami dikasih tahu sekitar 15 menit di ruang itu," kata Saufi.

Saat itu, ia bersama 13 taruna lainnya sedang mengikuti praktik lapangan sebagai bagian dari Ujian Tengah Semester (UTS). Mereka didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) KMP Aceh Hebat 2, Agus Widodo, untuk mengenal berbagai komponen dan sistem mesin kapal.

Usai sesi pengenalan, para taruna diajak menuju engine room atau ruang mesin kapal. Namun karena suhu di dalam ruangan terasa sangat panas, sebagian taruna memilih berpindah ke ruang generator yang berada di sebelahnya. "Karena panas saya dan teman pergi ke ruangan kedua. Karena ruang generator sedikit dingin, jadi sebagian kami ke sana," ujarnya.

Saat itu masih ada lima taruna yang tetap berada di ruang mesin utama bersama KKM kapal. Mereka hanya mengikuti penjelasan dan tidak sedang melakukan pembongkaran maupun perbaikan mesin. Sekitar lima menit setelah sebagian taruna berpindah ruangan, terdengar suara desisan dari arah ruang mesin utama yang kemudian disusul ledakan besar dan semburan api. “Tak lama setelah itu langsung meledak," kata Saufi.

Ledakan tersebut membuat suasana seketika berubah panik. Saufi mengaku spontan menutupi wajah dengan kedua tangannya saat semburan api mengarah ke tubuhnya. "Saya tutup muka, makanya yang kena bakar itu tangan. Sembari menutup muka, saya lari ke sudut ruangan," ujarnya.

Menurut dia, api menyambar hampir seluruh ruangan sebelum akhirnya padam dan menyisakan asap hitam pekat. Kondisi itu membuat para korban kesulitan menyelamatkan diri. "Semburan api memenuhi seluruh ruangan, nggak tahu kita mau lari ke mana. Karena jalur keluar ketutup asap sama api," kenangnya.

Saufi mengatakan korban yang mengalami luka paling berat adalah mereka yang berada di ruang mesin utama saat ledakan terjadi. "Pipi, tangan, telinga dan wajah itu melepuh. Bahkan ada yang sudah telanjang bulat. Semuanya terbakar, cuma helm yang tidak," sebut Saufi.

Empat rekannya disebut mengalami luka paling serius karena berada paling dekat dengan lokasi ledakan. "Yang paling parah itu empat orang teman kami. Karena mereka di ruangan pertama saat kejadian," ujarnya.

Setelah berhasil keluar dari kapal, para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Bagi Saufi, insiden tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya. Ia mengaku sudah beberapa kali mengikuti praktik di kapal yang sama.

"Kami sedang UTS dan sudah beberapa kali praktik di kapal itu. Namun naas, kunjungan kali ini terjadi kecelakaan," ucap Saufi.

Harapan Seorang Ibu

Di ruang ICU RSUDZA, harapan dipanjatkan Erna, ibu dari Fahri, salah seorang taruna yang menjadi korban ledakan. Perempuan asal Medan itu baru tiba di Banda Aceh setelah mendapat kabar anaknya menjadi korban dalam insiden tersebut. Fahri hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ICU akibat luka yang dideritanya. 

"Alhamdulillah mulai membaik. Tadi saya panggil sudah menjawab," kata Erna. Menurutnya, Fahri mengalami gangguan pada bagian tenggorokan sehingga masih memerlukan bantuan selang untuk makan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved