Breaking News:

Rapid Test di Aceh Barat

Aceh Barat Masih Kekurangan Alat Rapid Test

Rapid test tersebut dibutuhkan oleh semua orang yang akan keluar daerah, agar nantinya tidak bermasalah ketika mereka sampai ke daerah tujuan.

SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Syarifah Junaidah, Kadinkes Aceh Barat 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat saat ini masih mengalami kekurang alat rapid test menjelang persiapan untuk dilakukan rapid test terhadap para mahasiswa dan santri yang akan kembali ke daerah tempat belajar masing-masing, baik di luar Aceh Barat dan di luar Provinsi Aceh.

Rapid test tersebut dibutuhkan oleh semua orang yang akan keluar daerah, agar nantinya tidak bermasalah ketika mereka sampai ke daerah tujuan. Sebab surat bebas Covid-19 sangat diperlukan agar benar-benar tidak terjangkit Corona.

“Persediaan alat rapid test kita saat ini sekitar 227 lagi, dan kedepannya kita masih membutuhkan sekitar 2.000 alat rapid test lagi,” kata Syarifah Junaidah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat kepada Serambi, Kamis (19/6/2020).

Ia menambahkan, sejumlah kebutuhan tersebut hingga saat ini belum dilakukan pengadaan, sebab menurutnya akan dilakukan koordinasi dulu dengan pihak provinsi, apakah ada bantuan alat rapid tersebut yang akan dialokasikan ke Aceh Barat atau tidak ada.

Kebutuhan alat rapid test itu akan memuncak pada Bulan Juli mendatang, sebab banyak mahasiswa dan santri yang akan kembali ke tempat mereka belajar.

Ada bantuan dan pengadaan pengadaan masih sekitar 227 lebih alat rapid test, dan Dinas Kesehatan akan membantu para mahasiswa dan santri yang akan kembali ke daerah tepat mereka belajar nantinya.

Mereka semua harus memiliki surat bebas Covid-19, jika hal itu tidak dilakukan tentu mereka nantinya akan bermasalah dan ditolak oleh pihak otoritas daerah mereka menetap nantinya.

Populasi penduduk Aceh Barat mencapai 200 ribu lebih, dan jumlah tersebut sekitar 3 persen sebagai sampel untuk dilakukan rapid test, dan mereka yang di perioritaskan atau yang menjadi patokannya bagi  yang melakukan perjalan jauh.

Disebutkan, stok rapid tes yang masih tersedia sekitar 227 lagi, dan menyangkut dengan kebutuhan untuk dilakukan rapid tes kedepan, pihak Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi dulu dengan pihak provinsi, apakan ada bantuan untuk Aceh Barat atau tidak.

Maka jika tidak ada bantuan lagi tentu akan dilakukan pengusulan pengadaan kembali sesuai dengan kebutuhan.

Dijelaskan, alat tersebut tidak bisa dilakukan pengadaan sembarangan, sebab jika dilakukan pengadaan yang lebih banyak jika tidak bisa dihabiskan akan bermasalah, sebab alat tersebut ada masa kadarluarsanya, sehingga untuk tidak sia-sia maka akan dilakukan sesuai dengan prosedurnya.(*)

Sri Mulyani: Defisit APBN Tembus 1.039,2 Triliun, Akan Jadi Beban Negara 10 Tahun ke Depan

VIDEO - Kunjungi Nagan Raya, Pangdam Iskandar Muda Mayjen hassanudin Ingatkan Protokol Kesehatan

Lokan Sarang Buaya Aceh Singkil Tidak Lagi Primadona, Penjualan Menurun Drastis, Warga Terpukul

Mantan Pemain Barcelona Dani Alves tak Persoalkan tentang Kejantanannya yang Sering Dipersoal Orang

India Putuskan Hubungan dengan Perusahaan Kereta Api dan Telekomunikasi China

Sering Konsumsi Kopi Ditambah Aneka Perasa dan Aroma, Ini Akibatnya Bagi Tubuh

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved