Breaking News:

Tips Otomotif

Modif Ban Tipis dan Pelek Besar untuk Mobil, Ini Risikonya

Cara mengkombinasinya dengan memasang ban tipis, ini terbilang nekat dan membahayakan, selain berbahaya, menggunakan pelek terlalu besar rentan crash

GridOto
Pelek yang terlalu besar lebih rentan rusak ketika melewati jalan berlubang dan jalan yang tidak mulus. 

"Selain memengaruhi kenyamanan, ban dengan profil tipis bisa membuat pelek rusak," tambahnya.

Pelek yang terlalu besar lebih rentan rusak ketika melewati jalan berlubang dan jalan yang tidak mulus.

Pelek terlalu besar dan ban tipis tidak bisa menjamin ketahanannya ketika melaju dalam kecepatan tinggi tiba-tiba menghantam lubang, bila hal ini terjadi bisa saja seketika pelek rusak.

Tips Cegah Karat di Motor, Lakukan Ini sebelum Anda Menyesal

Tips Merawat Sepeda Motor Tanpa Engkol agar Tidak Mogok dan Tidak Mudah Rusak

Cara mengkombinasinya dengan memasang ban tipis, ini terbilang nekat dan membahayakan pengemudi, selain berbahaya, menggunakan pelek terlalu besar rentan dengan berbagai resiko.
Cara mengkombinasinya dengan memasang ban tipis, ini terbilang nekat dan membahayakan pengemudi, selain berbahaya, menggunakan pelek terlalu besar rentan dengan berbagai resiko. (GridOto)

Kerusakan terhadap pelek ini erat kaitannya dengan ban tipis, tidak mampu meredam benturan keras sehingga berefek pada pelek.

Apa saja bisa terjadi pada pelek jika terjadi benturan, ban bisa pecah atau bibir pelek bisa penyok, retak. 

"Bila terus menerus, bukan tidak mungkin bibir pelek bisa penyok, terutama pada pelek yang tidak orisinal karena biasanya bahan peleknya berbeda," sebutnya.

Terlebih lagi bila pemilik mobil tidak memperhatikan kondisi angin ban dan sering membiarkannya kempis.

Dengan keadaan ban kurang angin atau kempis, menambah resiko pelek rusak, karena pelek menahan lebih berat beban serta sangat berakibat fatal jika terjadi benturan.

Bagi pecinta modifikasi, sebaiknya memikirkan ulang menggunakan mobil dengan pelek terlalu besar, karena selain terlihat lebih keren, resiko yang terjadi juga lebih banyak daripada pelek standart bawaan pabrik. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Penulis: Syamsul Azman
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved