Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026

Luar Negeri

Pesawat Kim Jong Un Terdeteksi di Radar, Korea Selatan Antisipasi Kemungkinan Terburuk

Sebuah pesawat yang digunakan oleh Kim Jong Un terlihat terbang ke arah timur laut Korea, Rabu (17/6/2020) sekitar pukul 10 pagi waktu setempat.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
AFP/KIM DOO HO
Pesawat kenegaraan Korea Utara yang membawa delegasi tingkat tinggi dari Pyongyang ke Korea Selatan selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Pesawat tipe IL-62 tersebut juga digunakan untuk pesawat jet khusus Kim Jong Un. 

Sebuah pesawat yang digunakan oleh Kim Jong Un terlihat terbang ke arah timur laut Korea, Rabu (17/6/2020) sekitar pukul 10 pagi waktu setempat.

SERAMBINEWS.COM - Sebuah pesawat yang digunakan oleh Kim Jong Un terlihat terbang ke arah timur laut Korea Utara, Rabu (17/6/2020) sekitar pukul 10 pagi waktu setempat.

Pelacak penerbangan Aircraft Spot, mengatakan bahwa sinyal pesawat itu menghilang di dekat Provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara.

Dari rute penerbangan yang diambil, beberapa orang mengatakan tujuannya mungkin adalah Kota Sinpo di pantai timur, di mana Korea Utara diyakini telah membangun kapal selam baru.

Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel tidak membenarkan atau membantah apakah pemimpin Kim Jong Un ada di dalam pesawat itu.

Ia mengatakan bahwa pihaknya siap siaga untuk agresi yang akan datang dari Korea Utara, yang militernya telah memperingatkan akan mengerahkan pasukan militer ke zona demiliterisasi.

Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Kamis (18/6/2020) bahwa pihaknya tidak mendeteksi tanda-tanda provokasi dari militer Korea Utara yang akan segera terjadi.

Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung, Korea Selatan Beri Peringatan Keras

Semakin Agresif, Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan Didekat Perbatasan

Militer Korea Utara Siap Beraksi Melawan Korea Selatan, Kirim Tentara ke Perbatasan

Sementara Korsel kembali menegaskan bahwa mereka sedang memantau dengan cermat kemungkinan Korut melakukan tindakan yang agresif.

Ia menambahkan bahwa jika Pyongyang meluncurkan aksi militer yang bermusuhan, itu harus ‘membayar harganya’.

"Tidak ada gerak-gerik yang terdeteksi yang menunjukkan tindakan segera militer Pyongyang," kata Kim Joon Rak, kepala urusan publik JSC, dikutip dari The Korea Herald, Kamis (18/6/2020).

Pihak berwenang akan melakukan segala cara ketika Pyongyang melakukan provokasi.

Namun, Kim Joon Rak tidak akan membeberkan cara yang akan dilakukan Korsel dalam menghadapi kemungkinan yang dilakukan dari Korut.

"Menangani gerakan Pyongyang setiap kali mereka keluar akan sangat membahayakan protokol keamanan kita," ucapnya.

Kim Yo Jong Ancam Korea Selatan, Adik Kim Jong Un ini Beri Instruksi ke Departemen Militer

Korea Utara Terus Bangun Pasukan Militer Guna Hadapi Ancaman Amerika Serikat

Korea Utara Ancam Akan Intervensi Pemilihan Presiden AS, Jika Campuri Urusan Antar-Korea

Sejumlah spekulasi uji coba rudal yang akan dilakukan oleh Pyongyang muncul dalam beberapa laporan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved