Selasa, 28 April 2026

Luar Negeri

Tentara China Biadab, Batang Besi Bertabur Paku Serang Leher Tentara India

Pemerintah India menuduh tentara China biadab saat berhadapan dengan tentaranya. Tentara China batang besi bertabur paku untuk menyerang tentara India

Editor: M Nur Pakar
AFP/Dibyangshu SARKAR
Para demonstran membakar patung Presiden China Xi Jin Ping dan bendera China dalam demo anti-China di Kolkata, India, Senin (18/6/2020). 

Tentara India telah diberi kebebasan untuk berurusan dengan agresi China di sepanjang LAC.

Menteri Pertahanan Rajnath Singh telah menjelaskan kepada Perdana Menteri Narendra Modi tentang situasi perbatasan.

Angkatan Darat juga mengerahkan pasukan tambahan ke semua area sensitif di sepanjang LAC.

Terutama di Arunachal Pradesh, Uttarakhand, Himachal Pradesh dan Ladakh.

Semua pangkalan garis depan Angkatan Darat dan Angkatan Udara India telah disiagakan tinggi.

Angkatan Laut India juga telah diminta untuk meningkatkan siaga di Wilayah Samudra Hindia (IOR).

Di tempat itu, Angkatan Laut Cina telah melakukan serangan berkala, lapor PTI, Kamis (18/6/2020). 

Pemerintah India pada Kamis (18/6/2020) memperingatkan China agar tidak membuat klaim berlebihan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Khususnya di wilayah Lembah Galwan, bahkan ketika kedua negara berusaha mengakhiri perselisihan di wilayah Himalaya.

Dilansir AP, Kamis (18/6/2020) kedua pasukan telah terlibat dalam bentrokan mematikan.

Dua puluh tentara India tewas dalam bentrokan Senin (15/6/2020) yang merupakan konflik paling mematikan antara kedua belah pihak dalam 45 tahun terakhir.

China belum mengungkapkan apakah pasukannya ada korban.

Menanggapi klaim China atas lembah itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengatakan:

"Membuat klaim yang berlebihan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan bertentangan dengan pemahaman ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kedua pihak saling menuduh memicu bentrokan antara pasukan mereka di lembah, bagian dari wilayah Ladakh yang disengketakan di sepanjang perbatasan Himalaya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved