Berita Abdya
Harga TBS Sawit di Abdya Anjlok dari Harga Ditetapka Pemerintah, DPRK Abdya Datangi Distanbun Aceh
"Rp 700 per kilo itu sudah paling mahal, tapi kisarannya sekarang Rp 650 per kilogram," ujar Muffid, seorang petani di Babahrot, Abdya.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
"Rp 700 per kilo itu sudah paling mahal, tapi kisarannya sekarang Rp 650 per kilogram," ujar Muffid, seorang petani di Babahrot, Abdya.
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah petani sawit di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang anjlok bahkan 'terjun bebas'.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, harga pembalian TBS di tingkat petani saat ini berkisar Rp 650 hingga Rp 700 per Kilogram (Kg).
"Rp 700 per kilo itu sudah paling mahal, tapi kisarannya sekarang Rp 650 per kilogram," ujar Muffid, seorang petani di Babahrot, Abdya.
Pada awal Februari 2020, katanya, harga TBS sawit di tingkat petani merangkak naik dan sempat Rp 1.250 sampai Rp 1.300 per kg, setelah anjlok lebih dari setahun sampai akhir tahun 2019.
Penurunan harga sawit terjadi lagi terjadi sejak awal Maret lalu saat mereba pandemi Covid-19.
• Masa Belajar di Rumah Berakhir, Abdya Sebagai Zona Kuning belum Putuskan Kebijakan Baru
• Setelah Bentrokan Berdarah, Seruan Boikot Barang Cina di India Menguat
• Tottenham Hotspur vs Manchester United Malam Ini Pukul 2.15 WIB, Ini Prediksi Line-up Kedua Tim
Harga terjun bebas menjelang Idul Fitri 1441 H/2020 M, sehingga sebagian petani memutuskan tidak memanen bagian yang sulit.
Anjloknya harga TBS ini, jauh dari harga yang ditetapkan tim penetapan harga TBS Provinsi Aceh.
Padahal, harga yang ditetapkan tim yaitu harga untuk sawit umur 3 tahun Rp 870 per kg, umur 4 tahun Rp 1.026 per kg, umur Rp 1.100 per kg, umur 6 tahun Rp 1.159 per kg, umur 7 Rp 1.203 per kg.
Kemudian umur 8 tahun Rp 1.220, umur 9 tahun Rp 1.233 per kg, umur 10-20 tahun Rp 1.266 per kg.
Menanggapi hal itu, sejumlah anggota DPRK Abdya, mendatangi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Jumat (19/6/2020).
Rombongan yang dipimpin oleh wakil ketua II DPRK Abdya, Hendra Fadli SH didamping, Anton Sumarno, Agusri Samhadi dan Zulfan itu disambut langsung oleh kepala Distanbun Aceh, A Hanan SP MM dan sejumlah pejabat lainnya.
Wakil ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli SH mengatakan kunjungan itu dalam rangka menyahuti, keluhan para petani sawit tentang harga TBS yang anjlok.
"Jadi, kedatangan kami ingin mempertanyakan, apa sebab harga sawit di Abdya, begitu anjlok, sementara pemerintah Aceh, sudah menetapkan harga TBS," ujar wakil ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli SH.
Untuk itu, ia meminta tim turun provinsi dan melakukan sidak ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS), mengingat persoalan TBS ini terjadi hampir seluruh kabupaten.
"Pengakuan Pak Kadis dalam pertemuan itu, bahwa mereka dalam menetapkan harga selalu mengundang perwakilan kabupaten kota.
Kita berharap, pihak dinas kabupaten setiap pertemuan harus pro-aktif memperjuangkan nasib petani sawit," kata politisi Partai Aceh itu.
Selain itu, katanya, solusi lain adalah, Pemkab Abdya harus mendorong seluruh petani sawit menjalin kemitraan dengan Pabrik Kelapa Sawit.
"Mungkin solusi terakhir harus ada kerja sama dengan PKS atau harus memiliki PKS sendiri, adalah solusi sangat tepat, karena lebih mudah mengawasi, kalau mereka tak mematuhi, bisa kita cabut izinnya," terangnya.
Meski begitu, ia juga memimta Distanbun Aceh juga serius, mengawasi harga yang telah ditetapkan.
"Kalau tidak diawasi terkesan seperti macan ompong, tanpa ada makna dan manfaat bagi petani," tegasnya.
Bahkan, Ia berharap pemerintah Aceh harus memberikan sanksi, bagi perusahan sawit yang belum menampung TBS sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Sanksi yang harus diberikan kepada perusahaan yang melanggar, bisa berupa stop produksi selama sebulan, atau cabut izinnya.
"Langkah tegas seperti ini patut dilakukan, sebagai efek jera bagi perusahaan, sehingga mereka tidak semena-mena kepada petani," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dprk-abdya-datangi-distan-aceh.jpg)