Breaking News:

Liga Indonesia

Sepakbola Masih Dilarang di Indonesia, Berikut Penyataan Ketua Gugus Tugas Covid-19

Olahraga dengan risiko rendah boleh. Kecuali dengan olahraga dengan sentuhan fisik seperti sepak bola dan basket.

Editor: Imran Thayib
DOKUMENTASI BNPB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020).(DOKUMENTASI BNPB) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo melarang masyarakat melakukan olahraga dengan sentuhan fisik seperti sepakbola dan bola basket.

Namun, untuk olahraga dengan risiko rendah dan tanpa kontak fisik, Doni memperbolehkannya.

Olahraga yang termasuk risiko rendah, kata Doni, adalah olahraga perorangan seperti jogging dan jalan sehat di taman.

"Olahraga dengan risiko rendah boleh. Kecuali dengan olahraga dengan sentuhan fisik seperti sepakbola dan basket,” kata Doni dalam rapat kerja di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Doni menyebutkan, olahraga merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam penanganan Covid-19. Karena itu, ia mengajurkan masyarakat untuk tetap berolahraga.

"Dulu kita dengar 4 sehat 5 sempurna makan-makanan yang punya karbohidrat, daging, ikan sayur-sayuranan dan terakhir susu. Kita usia yang 50 tahun akrab dengan kalimat tersebut, tapi anak-anak sekarang nyaris tidak pernah dengar kalimat tersebut. Kami mencoba menggunakan istilah tersebut dengan konten berbeda, isinya adalah pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, olahraga teratur, istirahat yang cukup dan tidak boleh panik," kata Doni.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sendiri telah menyiapkan protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga.
Secara umum, protokol medis akan dibagi dua yaitu untuk olahraga yang tidak bersentuhan fisik dan yang sarat kontak fisik.

Protokol tersebut bakal diterapkan untuk olahraga masyarakat, pemusatan latihan nasional atau selevel itu—seperti pemusatan latihan daerah—dan kompetisi.

Sejauh ini, pedoman kesehatan untuk olahraga yang tidak bersentuhan fisik sudah ada. Tinggal sekarang merancang protokol untuk olahraga kontak fisik.

Nenek Ayu Darmi Karnika, Penderita Usus Bocor di Aceh Jaya Harapkan Pemerintah Bantu Kesembuhan

Pemuda Trienggadeng Ini Tebar Kebencian ke Plt Gubernur Aceh di Akun Facebook Dibekuk dalam Pelarian

Dinas Pendidikan Abdya Izinkan Kepsek Beli Paket Internet untuk Siswa, Ini Syaratnya

Target Gerebek Bandar Sabu, Polisi Justru Menangkap Pasangan Telanjang, Mereka Digelandang ke WH

“Kebijakan olahraga tetap harus ada, tetapi yang bersentuhan fisik mungkin belum ada (protokol kesehatannya). Olahraga yang tidak sentuhan fisik, misalnya panahan, menembak, bulu tangkis, tenis meja, atau yang bersifat tunggal, memiliki risiko kecil sekali sehingga kami (Gugus Tugas) mendorong untuk mulai,” ujar Doni.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved