Luar Negeri
Kasus Virus Corona Arab Saudi Melonjak Jadi 154.233 orang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Sabtu (20/6/2020) malam mengumumkan 46 kematian akibat virus Corona.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Sabtu (20/6/2020) malam mengumumkan 46 kematian akibat virus Corona.
Dengan penambahan itu, maka jumlah total pasien virus Corona Arab Saudi meninggal dunia sebanyak 1.230 orang.
Dilansir ArabNews, Sabtu (20/6/2020) malam, Kemenkes Arab Saudi juga mengumumkan penemuan 3.941 kasus baru virus.
Kasus-kasus baru yakni 740 tercatat di Riyadh; 421 di Jeddah, 354 di Mekkah dan 285 di Hufof.
Sedangkan jumlah pasien virus Corona yang pulih sebanyak 3.153 orang.
Sehingga, total pasien virus Corona Arab Saudi yang sembuh sebanyak 98.917 orang.
Sedangkan jumlah total kasus virus Corona Arab Saudi sudah mencapai 154.233 orang.
Dibandingkan dengan kasus baru, maka jumlah yang sembuh lebih rendah.
Namun, pasien virus Corona yang masih dirawat terus bertambah menjadi 55.316 orang.
• Arab Saudi Tetapkan Fase Ketiga New Normal, 21 Juni Jam Malam Dicabut, Kecuali Mekkah dan Jeddah
• Kasus Virus Corona Arab Saudi 150.292 Orang, Pasien Pulih 95.764 Orang
• Arab Saudi Desak Muslim Bersatu, Cegah Israel Caplok Lagi Tepi Barat
Rusia pada Sabtu (20/6/2020) melaporkan 7.889 kasus baru virus Corona.
Sehingga mendorong jumlah kasus nasionalnya menjadi 576.952 orang sejak krisis dimulai.
Pusat tanggapan virus Corona nasional mengatakan 161 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.
Menjadikan jumlah kematian di seluruh negeri menjadi 8.002 orang.
Pejabat Kesehatan Australia, Sabtu (20/6/2020) melaporkan 25 kasus COVID-19 baru.
Korban termasuk keluarga yang telah mengadakan pertemuan dan pekerja di sebuah hotel tempat para pelancong dikarantina.
Negara bagian kedua terpadat Australia, Victoria bertanggung jawab atas sekitar seperempat dari total 7.400 kasus yang dilaporkan Australia.
Tetapi mendorong peningkatan baru-baru ini dalam kasus-kasus aktif.
Beberapa negara bagian dan teritorial di itu telah mencapai nol kasus aktif.
Namun, kasus di Victoria telah meningkat menjadi 116 orang.
Sementara itu, pemerintah Iran terancam menghadapi wabah virus Corona baru, Covid-19 lebih lama lagi.
Pelonggaran pembatasan telah membuat kasus baru terus bertambah setiap hari sampai 2.000 orang per hari.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, Sabtu (20/6/2020) memperingatkan stres yang diciptakan oleh penyakit ini dapat membuat orang tertekan.
Dia meminta para ahli dan seniman untuk mempersiapkan mental Iran dalam memerangi virus untuk waktu yang lebih lama lagi.
"Tanpa ketekunan dan kontinuitas, kami berisiko kehilangan semua keuntungan," katanya.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan gugus tugas yang dibentuk untuk memerangi pandemi.
Rouhani juga mengkonfirmasi keputusan pemerintah untuk mengizinkan provinsi membuat keputusan sendiri tentang tindakan pembatasan.
Tetapi, harus ada persetujuan presiden.
Tujuh dari 31 provinsi Iran masih zona merah atau risiko tinggi virus Corona.
Provinsi Khuzestan, Khorasan Razavi, Kermanshah, Azerbaijan Barat dan Timur.
Kemudian, Provinsi Golestan dan Kurdistan.
Otoritas kesehatan Iran, Sabtu (20/6) mengumumkan 100 lebih kematian baru akibat virus Corona dan 2.000 kasus penyakit lainnya.
Negara itu sudah melawan pandemi sejak lima bulan lalu.
Iran melaporkan kasus virus Corona pertama pada 19 Februari 2020.
Sejak itu terus berjuang untuk mengatasi wabah itu, yang terburuk di Timur Tengah.
Angka resmi republik Islam telah menunjukkan lintasan ke atas dalam kasus infeksi baru sejak awal Mei 2020.
Juru bicara kementerian kesehatan Sima Sadat Lari mengatakan ada 115 kematian dalam 24 jam terakhir.
Menjadikan angka kematian negara itu menjadi 9.507 orang.
Ada juga 2.322 kasus baru infeksi, dengan jumlah total kasus yang dikonfirmasi sekarang menjadi 202.584.
Tetapi, ada keraguan di dalam dan luar negeri tentang angka resmi Iran, dengan kekhawatiran jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perawat-arab-saudi.jpg)