Luar Negeri
China Menguji Hukum Internasional, Dari Daratan Sampai Lautan Akan Dikuasai
Suasana di Ladakh dan kematian 20 tentara India yang berani telah membuat hubungan kedua negara itu berantakan.
SERAMBINEWS.COM, AMSTERDAM - Suasana di Ladakh dan kematian 20 tentara India yang berani telah membuat hubungan kedua negara itu berantakan.
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) melakukan tindakan biadab, membunuh tentara India dengan besi bertabur paku.
Posisi lama India tentang pentingnya hubungan diplomatik yang sehat dengan China dimanfaatkan untuk membuat kemajuan di Lembah Galwan sejak awal Mei 2020.
Tentara India yang sedang berpatroli secara tiba-tiba diserang ratusan tentara China yang menyebabkan insiden mengerikan pada Senin (15/6/2020) malam.
Dilansir HindustanTimes, Sabtu (20/6/2020), beberapa negara telah memperluas solidaritas dengan India.
Bahkan menyatakan kekhawatiran atas kebuntuan dengan China.
Amerika Serikat dan Jerman menegaskan kembali hubungan kuat dengan India di masa-masa sulit ini.
Menurut sebuah analisis yang dilakukan oleh sebuah lembaga think tank Eropa, insiden 15 Juni 2020 mewakili contoh ekstrem dari meningkatnya pertikaian China dengan tetangganya.
• India Hapus Seluruh Aplikasi China dari Ponsel
• China Bangun Bendungan Raksasa, Tutup Aliran Sungai Galwan ke India
• India Putuskan Hubungan dengan Perusahaan Kereta Api dan Telekomunikasi China
China telah memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara ingin menggangu India, negara yang memiliki senjata nuklir, sama seperti dirinya.
“Serangan 15 Juni 2020 oleh pasukan Tiongkok terhadap tentara India di Lembah Galwan yang terpencil menjadi contoh ekstrem tindakan ekstrem China.”
Terletak di pinggiran barat Garis Kontrol Aktual (LAC), ketegangan kedua negara terus meningkat.
China tidak ingin mundur, sedangkan India meminta Tiongkok mengakhiri konflik di Lembah Galwan.
Hal itu disampaikan oleh Lembaga Eropa untuk Studi Asia Selatan (EFSAS) dalam sebuah laporan, Sabtu (20/6/2020).
Mereka lebih lanjut mengatakan:
“Itu merupakan serangan yang disengaja, direncanakan sebelumnya, dan jelas-jelas biadab.”
Bahkan, melanggar perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak pada dekade lalu.
Tetapi, telah menyebabkan kematian pertama dalam hampir setengah abad.
Apa yang harus dilihat dampak hilangnya nyawa secara tragis pada masa depan.
Bagaimana konsekuensi akan dimainkan di papan catur regional, dan sejauh mana aturan di LAC, yang telah berlangsung bertahun-tahun, akan hilang atau hanya diubah.
Laporan itu juga menuduh rezim Komunis China menguji batas-batas hukum internasional, konvensi dan norma.
Kepala Staf Angkatan Udara India, Marsekal RKS Bhadauria menegaskan tidak akan membiarkan lagi pengorbanan dari para pemberani di Lembah Galwan sia-sia.
Gejolak itu, katanya, telah memaksa pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di sepanjang perbatasannya.
Bahkan, katanya, Angkatan Udara India memperkuat pangkalan di sepanjang LAC jika situasinya terus memburuk.
“Tidak jelas apakah agresi seperti itu dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan dan niat China sebagai tanggapannya atas kritikan internasional,” katanya.
Komunitas internasional telah menyerukan penyelidikan asal-usul dan penyebaran penyakit virus Corona.
Ataua hanya mengalihkan perhatian dari meningkatnya kecewaan yang berjuang mengatasi penurunan ekonomi yang curam dan ketidakpastian.
Bahkan memanfaatkan Amerika Serikat (AS) yang sedang lemah karena sedang bergulat dengan wabah Covid-19 yang parah serta kampanye pemilihan yang memecah belah.
Namun, China jelas-jelas telah menguji batas-batas hukum internasional, konvensi dan norma, dan serangan terhadap LAC adalah manifestasi terbaru dan paling serius, klaim laporan itu.
Badan itu mengamati serangan LAC menyebabkan situasi keamanan paling serius di China dengan India dalam beberapa tahun terakhir ini.
Bahkan, emosi yang meledak-ledak dari warga India berpotensi meningkatnya ketegangan secara cepat.
"Meskipun para ahli tidak jelas tentang apa yang mendorong China percaya seperti itu."
"Hasil nyata yang dapat diantisipasi dari serangan seperti yang diluncurkannya di LAC,” tambah laporan itu.
Sebagian besar tampaknya setuju serangan Tiongkok menandai titik balik abad ke-21 bagi India dan China.
Kedua negara menghadapi masa depan yang ditandai dengan ketidakpercayaan yang semakin dalam dan potensi konflik baru.
EFSAS lebih lanjut menguraikan taktik jahat China untuk merebut wilayah di Laut Cina Selatan bahkan setelah protes global.
“Serangan terhadap pasukan India datang di belakang meningkatnya ketegasan China, baik di Laut Cina Selatan, Taiwan atau Hong Kong.”
China telah melenturkan ototnya di seluruh wilayah itu, mencegat kapal-kapal Malaysia dan Vietnam di Laut Cina Selatan.
Merebut kekuatan baru di Hong Kong dan dua kali berlayar dengan kapal induk melalui Selat Taiwan yang sensitif.
Kementerian Luar Negeri pada Sabtu menyatakan klaim Tiongkok yang tidak dapat dipertahankan sehubungan dengan Garis Kontrol Aktual tidak dapat diterima.
Klaim palsu juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian sebelumnya, dimana Lembah Galwan di Ladakh timur berada di atas Cina. sisi perbatasan.
"Kami berharap pihak China dengan tulus akan mengikuti pemahaman yang dicapai antara para Menteri Luar Negeri," kata juru bicara MEA, Anurag Srivastava.
Sementara itu, konflik dengan India makin memperkuak niat jahat China untuk memperluas wilayahnya, baik di darat dan lautan.
Lembah Galwan hanya menjadi simbol kebangkitan China untuk menguasai jalur darat dengan misi besarnya, membangun Jalur Sutra seperti era keemasan China di masa lalu.
Di tengah-tengah negara lain berjuang menghadapi virus Corona, China terus membidik wilayah yang terlupakan.
Kepulauan Andaman dan Nicobar milik India telah beberapa kali menjadi target China, karena India kurang memperdulikannya.
Jalur laut di Samudera Hindia itu akan tersambung dengan Laut China Selatan yang telah dibangun dengan megah.
Kawasan Sabang, jalur pintu masuk ke Selat Malaka yang juga mengarah ke Laut China Selatan juga akan menjadi incaran Tiongkok.
Jalur pelayaran laut, sama seperti jalur transportasi darat, secara perlahan tapi pasti, akan menjadi tujuan akhir China untuk menguasainya.
Apalagi, kawasan Benua Hitam dan sebagian Timur Tengah telah berada di genggaman pemerintah komunis China.
Jika seluruh jalur darat dan laut dikuasai, maka China sudah bersiap-siap menjadi penguasa dunia, menggantikan negara adidaya Amerika Serikat.
Seperti dikatakan oleh seorang pakar ekonomi dunia, pandemi virus Corona akan mengubah peta kekuatan dunia.
Maka, semuanya harus kita tunggu!(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-india-ke-china.jpg)