Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

Karena Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19, Pesta Pernikahan di Semarang Jadi Malapetaka

Aturan itu di antaranya memakai masker, rajin cuci tangan, dan menerapkan jaga jarak aman.

Editor: Nur Nihayati
Wikipedia
Ilustrasi pesta pernikahan 

Aturan itu di antaranya memakai masker, rajin cuci tangan, dan menerapkan jaga jarak aman. 

SERAMBINEWS.COM - Wabah virus corona atau covid 19 belum berakhir.

Masyarakat terus diimbau mewaspadai virus mematikan ini jangan sampai terjangkit.

Pandemi virus corona (Covid-19) mau tak mau mengubah kebiasaan manusia.

Semua tak lagi sama seperti saat virus tersebut belum melanda dunia, termasuk Indonesia.

Kini, protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan lembaga kesehatan dunia (WHO) wajib dipatuhi apabila tak ingin terjangkit virus mematikan tersebut.

Aturan itu di antaranya memakai masker, rajin cuci tangan, dan menerapkan jaga jarak aman.

Karena sejumlah peraturan itu, sejumlah orang menunda pernikahan mereka.

Jika pun ada acara pernikahan, maka harus menerapkan protokol kesehatan yang benar.

Namun sepertinya masih ada pihak yang tak mematuhi aturan tersebut. Sampai akhirnya terjadi malapetaka.

Setelah 9 Orang Positif Corona, Begini Kegiatan Petugas di 2 Posko Pengamanan Covid-19 di Lhoksukon

Selidiki Sebab Ikan Mati di Sungai Longkib, Polres Subulussalam Kirim Sampel Air & Ikan ke Lab

Mualem dalam Pertemuan KAB Sebut Jangan Sampai Pagar Makan Tanaman

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ini, warga nekat menggelar pesta pernikahan dengan melanggar ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Akibatnya, pesta pernikahan yang seharusnya menjadi kabar bahagia, malah menjadi berita duka.

Dilansir dari kompas.com pada Minggu (21/6/2020), pascapesta pernikahan tersebut, satu per satu kerabat sakit hingga meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Pemkot Semarang, banyak di antara mereka yang rupanya terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan tracing.

Berawal pesta pernikahan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengemukakan, peristiwa ini terjadi sekitar pertengahan Juni 2020.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved