Kamis, 7 Mei 2026

Luar Negeri

Giliran Eropa Balas AS, Warga Presiden Donald Trump Dilarang Masuk

Pemerintahan Uni Eropa yang berjumlah 27 negara, Sabtu (27/6/2020) melarang untuk sementara waktu kedatangan warga Amerika Serikat (AS) ke negara.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Warga harus antre dengan tetap menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus Corona di depan pub The Ten Bells di timur London, Inggris, Sabtu (27/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Uni Eropa membalas tindakan Amerika Serikat yang melarang warganya masuk ke sana pada Maret 2020 lalu.

Pemerintahan Uni Eropa yang berjumlah 27 negara, Sabtu (27/6/2020) melarang untuk sementara waktu kedatangan warga Amerika Serikat (AS).

Warga AS dilarang datang dalam waktu jangka pendek karena jumlah kasus virus Corona terus meningkat di negeri ‘Paman Sam’ itu.

Jumlah kasus di Amerika Serikat telah melonjak dalam sepekan terakhir ini, dengan rekor tertinggi sebanyak 45.300 infeksi baru pada Jumat (26/6/2020).

Presiden AS, Donald Trump juga melarang masuknya semua orang Eropa dalam sebuah dekrit pada Maret 2020 lalu.

Para diplomat UE mengkonfirmasi perjanjian resmi mengenai kriteria yang kemungkinan mencakup batas tingkat infeksi per 100.000 warga.

Dilansir AP, Sabtu (27/6/2020), dengan jumlah itu, maka sebuah negara Eropa diizinkan buka perbatasan dengan lainnya.

Tetapi, jika lebih, seperti AS, maka perbatasan akan tetap ditutup sementara waktu.

Empat Negara Eropa Sepakat Beli 300 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Eropa Mulai Buka Sekolah, Lockdown Dicabut Bertahap

Parlemen Eropa Kutuk Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat Palestina, Ribuan Anggotanya Teken Petisi

Walaupu demikian, perbatasan Schengen atau bebas visa bagi seluruh warga Eropa akan mulai dibuka pada 1 Juli 2020 mendatang.

Uni Eropa hampir menyelesaikan daftar negara-negara yang warganya akan diizinkan memasuki Eropa lagi, mulai akhir pekan depan. Tetapi,

Para diplomat Eropa telah mempersempit kriteria pembukaan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus Corona baru, Covid-19.

Syarat utama lainnya, apakah negara tersebut melarang warga negara dari negara-negara Eropa untuk masuk.

Diperkirakan kesepakatan akan dicapai paling lambat pada Senin (29/6) atau Selasa (30/6) pagi.

Para diplomat berbicara dengan syarat anonim karena prosedurnya sedang berlangsung dan secara politis sangat sensitif.

Tingkat infeksi tinggi di Brasil, India, dan Rusia, dan kecil kemungkinan UE akan membiarkan warganya masuk juga.

Daftar ini akan diperbaharui setiap 14 hari, dengan negara-negara baru ditambahkan dan beberapa mungkin ditinggalkan berdasarkan cara mereka mengelola penyebaran virus.
Lebih dari 15 juta warga AS melakukan perjalanan ke Eropa setiap tahun.

Penundaan apa pun akan menjadi pukulan lebih lanjut bagi ekonomi dan sektor pariwisata yang dirusak virus, baik di Eropa maupun Amerika Serikat.

Sekitar 10 juta orang Eropa diperkirakan melintasi Atlantik untuk liburan dan bisnis setiap tahun.

27 Negara Uni Eropa dan empat negara lain yang merupakan bagian dari "wilayah Schengen" Eropa.

Sebuah blok 26 negara, tempat barang dan orang bergerak bebas tanpa pemeriksaan dokumen.

Jalur itu akan dibuka kembali satu sama lain mulai 1 Juli 2020.

Setelah itu, pembatasan perjalanan tidak penting ke Eropa, yang diberlakukan pada Maret 2020 untuk menghentikan kasus virus baru masuk, secara bertahap akan dicabut.

Komisi Eropa, yang memantau undang-undang blok itu, percaya bahwa pembatasan perjalanan tidak boleh dicabut.

Sehubungan dengan negara ketiga di mana situasinya lebih buruk daripada rata-rata di 27 negara anggota UE ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss.

Komisi itu menegaskan tidak berusaha menargetkan negara mana pun.

Apalagi, etika negara-negara yang bergantung pada pariwisata di seluruh Eropa mendorong untuk menjadikan perbatasan mereka dibuka kembali.

"Uni Eropa memiliki proses internal untuk menentukan dari negara mana wisatawan akan aman datang," kata juru bicara Eric Mamer.

Dia menambahkan keputusannya berdasarkan kriteria kesehatan di setiap negara.

Pada Kamis (25/6/) Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecilkan kekhawatiran UE menolak orang AS masuk.

“Kami sudah membantah bepergian ke Eropa dan sebaliknya.”

“Itulah yang kita semua setujui sekarang, dan saya pikir kita semua menganggap serius kebutuhan untuk mencari tahu bagaimana mengatasi hal ini, ”kata Pompeo.

“Kami akan bekerja untuk memperbaikinya.”

Kami ingin memastikan bahwa ini berbasis kesehatan, berbasis ilmu pengetahuan.”

"Kita perlu mengembalikan ekonomi global kita lagi," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved