Luar Negeri
PBB Minta Tentara Myanmar Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah setempat mengeluarkan panggilan pekan lalu kepada warga 40 desa lebih untuk mengungsi sebelum "operasi pembersihan" ala militer.
Istilah ini digunakan pada tahun 2017 sebelum tentara melakukan penumpasan brutal di negara bagian Rakhine terhadap Muslim Rohingya.
750.000 lebih etnis Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.
Membawa serta laporan kekerasan yang menyebabkan tuduhan genosida terhadap Myanmar di pengadilan tinggi PBB.
Tetapi Menteri Urusan Perbatasan, Kolonel Min Than kepada AFP, Minggu (28/6/2020) mengatakan perintah itu dicabut.
Dia menjelaskan tentara hanya menargetkan lima desa, termasuk Kyauk Tan, untuk mengusir pemberontak AA.
"Ini bukan 'operasi pembersihan', tapi 'operasi militer,'" kata Min Than.
Namun, kata-katanya tidak banyak berubah bagi penduduk setempat.
Khaing Kyaw dari desa Kyauk Tan mengatakan keluarganya harus meninggalkan rumah.
"Peluru artileri ditembakkan dari kota dan sungai ke desa kami," katanya kepada AFP.
"Kita semua berlari dan mulai kesulitan makanan," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungsi-etnis-moro-di-myanmar.jpg)