Luar Negeri

PBB Minta Tentara Myanmar Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.

AFP/Richard SARGENT
Etnis Moro harus mengungsi saat terjadi pertempuran antara kelompok bersenjata Rohingya, Tentara Arakan (AA) dengan tentara Myanmar yang didukung milisi Budha di Buthidaung, negara bagian Rakhine, Myanmar pada 25 Januari 2019. 

Wilayah itu adalah rumah bagi lebih dari 10.000 warga sipil.

Malang Benar Nasib Pengungsi Rohingya Bangladesh, Seusai Dikejar Tentara Myanmar,  Kamp Lockdown

Tentara Myanmar Buimihanguskan Rumah Muslim Rohingya di Rakhine

Bebaskan Nelayan Myanmar, DPRA Nilai Pemerintah tak Peka Derita Nelayan Aceh yang Ditahan di Myanmar

Sumber-sumber lokal melaporkan mereka melarikan diri atau terjebak konflik yang sedang berlangsung, kata PBB.

Kedua pihak diminta untuk"mengambil tindakan segera menyelamatkan warga sipil.

PBB juga menyerukan agar menghormati hukum kemanusiaan internasional.

Serta menegaskan kembali perlunya gencatan senjata di tengah-tengah pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu muncul setelah pemerintah setempat mengeluarkan panggilan pekan lalu kepada warga 40 desa lebih untuk mengungsi sebelum "operasi pembersihan" ala militer.

Istilah ini digunakan pada tahun 2017 sebelum tentara melakukan penumpasan brutal di negara bagian Rakhine terhadap Muslim Rohingya.

750.000 lebih etnis Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Membawa serta laporan kekerasan yang menyebabkan tuduhan genosida terhadap Myanmar di pengadilan tinggi PBB.

Tetapi Menteri Urusan Perbatasan, Kolonel Min Than kepada AFP, Minggu (28/6/2020) mengatakan perintah itu dicabut.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved