Luar Negeri

PBB Minta Tentara Myanmar Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.

AFP/Richard SARGENT
Etnis Moro harus mengungsi saat terjadi pertempuran antara kelompok bersenjata Rohingya, Tentara Arakan (AA) dengan tentara Myanmar yang didukung milisi Budha di Buthidaung, negara bagian Rakhine, Myanmar pada 25 Januari 2019. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.

Insiden terbaru terjadi di Kota Rathedaung, negara bagian baratlaut Rakhine, Myanmar.

PBB mendesak pihak yang bertikai untuk menghindari jatuhnya korban sipil di baratlaut Myanmar yang dilanda konflik pada Minggu (28/6/2020).

PBB mengatakan pertempuran telah meningkat antara tentara Myanmar dan gerilyawan, Tentara Arakan (AA).

Sebuah kelompok bersenjata yang mencari lebih banyak otonomi bagi etnis Rakhine.

Khususnya negara bagian Rakhine dan Chin yang kaya hasil bumi, seperti migas sejak Januari 2019 lalu.

Puluhan warga sipil telah tewas di daerah itu dan puluhan ribu orang mengungsi.

Kedua belah pihak telah dituduh melakukan pelecehan seksual, seperti perkosaan dan penyiksaan.

Di bawah penguncian dan dengan pemadaman internet di sebagian besar zona konflik, pelaporan dari daerah tersebut sulit untuk diverifikasi.

PBB menyatakan keprihatinan atas laporan pertempuran intensif di negara bagian Rakhine.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved