Luar Negeri
PBB Minta Tentara Myanmar Hentikan Pembantaian Etnis Rohingya
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Minggu (28/6//2020) meminta tentara Myanmar dan milisi Budha menghentikan membantai etnis Rohingya.
Insiden terbaru terjadi di Kota Rathedaung, negara bagian baratlaut Rakhine, Myanmar.
PBB mendesak pihak yang bertikai untuk menghindari jatuhnya korban sipil di baratlaut Myanmar yang dilanda konflik pada Minggu (28/6/2020).
PBB mengatakan pertempuran telah meningkat antara tentara Myanmar dan gerilyawan, Tentara Arakan (AA).
Sebuah kelompok bersenjata yang mencari lebih banyak otonomi bagi etnis Rakhine.
Khususnya negara bagian Rakhine dan Chin yang kaya hasil bumi, seperti migas sejak Januari 2019 lalu.
Puluhan warga sipil telah tewas di daerah itu dan puluhan ribu orang mengungsi.
Kedua belah pihak telah dituduh melakukan pelecehan seksual, seperti perkosaan dan penyiksaan.
Di bawah penguncian dan dengan pemadaman internet di sebagian besar zona konflik, pelaporan dari daerah tersebut sulit untuk diverifikasi.
PBB menyatakan keprihatinan atas laporan pertempuran intensif di negara bagian Rakhine.
Wilayah itu adalah rumah bagi lebih dari 10.000 warga sipil.
• Malang Benar Nasib Pengungsi Rohingya Bangladesh, Seusai Dikejar Tentara Myanmar, Kamp Lockdown
• Tentara Myanmar Buimihanguskan Rumah Muslim Rohingya di Rakhine
• Bebaskan Nelayan Myanmar, DPRA Nilai Pemerintah tak Peka Derita Nelayan Aceh yang Ditahan di Myanmar
Sumber-sumber lokal melaporkan mereka melarikan diri atau terjebak konflik yang sedang berlangsung, kata PBB.
Kedua pihak diminta untuk"mengambil tindakan segera menyelamatkan warga sipil.
PBB juga menyerukan agar menghormati hukum kemanusiaan internasional.
Serta menegaskan kembali perlunya gencatan senjata di tengah-tengah pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungsi-etnis-moro-di-myanmar.jpg)