Virus Corona Serang Dunia

Israel Sedang Menghadapi Gelombang Kedua Kasus Virus Corona

Menurut data dari kementerian kesehatan Israel, satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir dan 218 kasus baru dikonfirmasi.

AFP/AHMAD GHARABLI
Dokter Israel keturunan Palestina, Khitam Hussein, Kepala Divisi Penanggulangan Pasien Covid-19 di rumah sakit Ramban, dekat Haifa, utara Israel pada 16 April 2020. 

SERAMBINEWS.COM - Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi virus corona, kata Menteri Kesehatan Israel, Yuli Edelstein, Minggu (28/6/2020).

Edelstein mengatakan dalam konferensi pers bahwa negara itu sedang mengalami gelombang kedua pandemi dan akan mengambil langkah-langkah baru.

Ia juga memberikan rekomendasi untuk menghentikan penyebaran virus corona di Israel dengan membatasi kehadiran di acara-acara keagamaan dan kumpulan di tempat umum.

Petani Ini Harus Berjalan Sejauh 15 Km Setelah Pihak Bank Memintanya Melunasi Utang Rp 654

VIDEO - Ikan Cupang Hias di Aceh Kembali Booming

“Kami berada di awal gelombang kedua COVID-19. Kami harus memperkenalkan pembatasan baru. Pembatasan akan mencakup pertemuan, upacara pernikahan dan tempat ibadah Yahudi, ”katanya, dikutip dari Anadou Agency, Senin (29/6/2020).

“Mulai hari ini, Minggu, saya memutuskan untuk tidak menjadi orang yang paling kanan dan membuat semua keputusan dengan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan ekonomi negara,” ujarnya, mengutip dari The Jurusalem Post.

Patuhi Aturan, Jangan Gelar Dulu Pesta Perkawinan

Yaman jadi Negara Paling Terdampak Covid-19, Ini 5 Alasannya

Jangan Anggap Murah, Segini Besaran Biaya Perawatan Pasien Covid-19

“Saya bekerja bersama dengan semua menteri terkait untuk membuka aula acara, acara budaya, transportasi umum dan banyak lagi. Tapi saya selalu menekankan bahwa jika kita tidak hati-hati menjaga semua pedoman itu maka akan ditutup," terangnya.

Menurut data dari kementerian kesehatan Israel, satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir dan 218 kasus baru dikonfirmasi.

Pada hari Kamis, negara mayoritas agama Yahudi itu melaporkan 668 kasus baru dalam 24 jam.

Jumlah harian itu merupakan jumlah tertinggi sejak 3 April, ketika rekor 819 orang dinyatakan positif.

Halaman
12
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved