Minggu, 12 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Israel Sedang Menghadapi Gelombang Kedua Kasus Virus Corona

Menurut data dari kementerian kesehatan Israel, satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir dan 218 kasus baru dikonfirmasi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFP/AHMAD GHARABLI
Dokter Israel keturunan Palestina, Khitam Hussein, Kepala Divisi Penanggulangan Pasien Covid-19 di rumah sakit Ramban, dekat Haifa, utara Israel pada 16 April 2020. 

SERAMBINEWS.COM - Israel telah memasuki gelombang kedua pandemi virus corona, kata Menteri Kesehatan Israel, Yuli Edelstein, Minggu (28/6/2020).

Edelstein mengatakan dalam konferensi pers bahwa negara itu sedang mengalami gelombang kedua pandemi dan akan mengambil langkah-langkah baru.

Ia juga memberikan rekomendasi untuk menghentikan penyebaran virus corona di Israel dengan membatasi kehadiran di acara-acara keagamaan dan kumpulan di tempat umum.

Petani Ini Harus Berjalan Sejauh 15 Km Setelah Pihak Bank Memintanya Melunasi Utang Rp 654

VIDEO - Ikan Cupang Hias di Aceh Kembali Booming

“Kami berada di awal gelombang kedua COVID-19. Kami harus memperkenalkan pembatasan baru. Pembatasan akan mencakup pertemuan, upacara pernikahan dan tempat ibadah Yahudi, ”katanya, dikutip dari Anadou Agency, Senin (29/6/2020).

“Mulai hari ini, Minggu, saya memutuskan untuk tidak menjadi orang yang paling kanan dan membuat semua keputusan dengan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan ekonomi negara,” ujarnya, mengutip dari The Jurusalem Post.

Patuhi Aturan, Jangan Gelar Dulu Pesta Perkawinan

Yaman jadi Negara Paling Terdampak Covid-19, Ini 5 Alasannya

Jangan Anggap Murah, Segini Besaran Biaya Perawatan Pasien Covid-19

“Saya bekerja bersama dengan semua menteri terkait untuk membuka aula acara, acara budaya, transportasi umum dan banyak lagi. Tapi saya selalu menekankan bahwa jika kita tidak hati-hati menjaga semua pedoman itu maka akan ditutup," terangnya.

Menurut data dari kementerian kesehatan Israel, satu orang meninggal dalam 24 jam terakhir dan 218 kasus baru dikonfirmasi.

Pada hari Kamis, negara mayoritas agama Yahudi itu melaporkan 668 kasus baru dalam 24 jam.

Jumlah harian itu merupakan jumlah tertinggi sejak 3 April, ketika rekor 819 orang dinyatakan positif.

Otoritas berwenang Israel sejauh ini melaporkan 23.755 orang terinfeksi, termasuk 318 kematian, dan 17.074 dinyatakan sembuh.

Hasil Uji Calon Vaksin Corona Menjanjikan, China National Biotec Akan Tes Fase 3 di Uni Emirat Arab

3 Tempat yang Berpotensi Tularkan Virus Corona, Termasuk Ruangan dengan Pendingin

Kasus Infeksi Corona Global Tembus 10 Juta

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China  pada Desember lalu, virus corona telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah.

Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia saat ini merupakan negara yang paling terpukul di dunia akibat serangan pandemi itu.

Menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS, Virus corona telah menewaskan lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia.

Laporan itu mengatakan bahwa hampir 10,1 juta kasus dikonfirmasi positf.

Sementara itu, lebih dari 5,1 juta telah dinyatakan sembuh. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Sang Ibu Meninggal Dunia Setelah Sediakan Makanan Terakhir untuk Anak-anaknya

Ibu Kandung Kaget Terima Pesan WhatsApp Berisi Video Hubungan Intim Anak Perempuannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved