Breaking News:

Harga Gabah

Petani Abdya Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Gabah Berkisar Rp 5.100-Rp 5.200 Per Kg GKP

Di Kecamatan Susoh, areal tanaman padi yang sudah dipanen antara lain lokasi areal Blang Beah Desa Pawoh dan Pantee Perak.

Serambinews.com
Petani Kabupaten Abdya, memasuki era modernisasi alat pertanian. Sepeti petani kawasan Blang Beuah Desa Pawoh, Susoh, memanen gabah menggunakan mesin potong padi atau combine harvester, Minggu (14/6/2020). Ongkos panen dengan mesin Rp 12.500 per satu goni gabah isi 50 kg. 

Laporan Zainun Yusuf I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Areal tanaman padi MT Rendengan 2020 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai memasuki masa panen sejak dua pekan lalu.

Kegiatan panen di areal masih terbatas sejumlah kawasan Kecamatan Susoh dan Blangpidie serta beberapa titik areal sawah di Kecamatan Babahrot.

Di Kecamatan Susoh, areal tanaman padi yang sudah dipanen antara lain lokasi areal Blang Beah Desa Pawoh dan Pantee Perak.

Sementara di Kecamatan Blangpidie, tanaman padi sudah panen antara lain areal Blang Cot Seutui meliputi kawasan Desa Keude Siblah, Kuta Bahagia (Paya), Geulumpang Payong, Keude Paya, Mata Ie dan Desa Babah Lhueng.

Armansyah, warga Desa Pawoh, Kecamatan Susoh kepada Serambinedws.com, Selasa (30/6/2020) meminta kepada pemerintah setempat agar menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

Permintaan ini karena biasanya harga gabah turun ketika memasuki panen raya.

“Di awal panen, seperti sekarang ini, harga gabah yang ditampung pedagang memang agak menggembirakan, namun keteika persediaan gabah melimpah, harga turun,” katanya.

Saat memasuki awal panen dua pekan lalu, menurut Armansyah, harga gabah di tingkat petani berkisar antara Rp 5.200 sampai Rp 5.300 per kg GKP. Saat ini mulai menurun pada kisaran antara Rp 5.100 sampai Rp 5.200 per kg GKP.

Gabah yang dipenen secara manual atau dipotong dengan sabit bisa ditampung pedagang lebih tinggi Rp 5.300 per kg GKP karena kadar air lebih rendah dibadingkan jika dipanen dengan mesin potong.

Masuki Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Aceh Selatan Simulasi Protokol Kesehatan untuk Cegah Covid-19

Mantan Kombatan GAM Langsa Panen Perdana Udang Vaname Sistem Bioflok, Pemko Rencana Ikut Kembangkan

Demi Like dan Konten TikTok, Pria Ini Berenang di Akuarium Besar, Kemudian Ia Ditangkap

Kurun waktu satu bulan ke depan, areal padi yang memasuki panen semakin luas karena rata-rata tanaman padi sudah keluar malai. Seperti areal di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan-Setia, Jeumpa, Kuala Batee dan Babahrot.

Mengantisipasi trend penurunan harga gabah ketika memasuki panen raya, petani sangat mengharapkan peran Pemkab Abdya menjaga stabilitas harga gabah.

Termasuk Perum Bulog Cabang Blangpidie diminta menampung produksi gabah petani melalui mitra kerjanya.

Jika tidak, peningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sulit dicapai. Sebab, saat panen raya di seluruh kecamatan, harga gabah turun dengan beragam alasan dari pihak pedagang yang menampung gabah petani.

Sebagian besar petani dikatakan ‘terpaksa’ menjual gabah meskipun harga murah guna menutup biaya penanganan pasca panen. Seperti ongkos panen menggunakan mesin panen atau mesin potong padi (combine harvester) Rp 12.500 per goni ukuran 50 kg gabah.

Itu pun, jika menggunakan combine harvester milik Pemkab Abdya, kalau mesin pemotong milik swasta, ongkosnya lebih tinggi lagi.

Sementara panen padi secara manual atau dipotong dengan sabit ongkos lebih tinggi, yaitu Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu ukuran luas areal padi satu naleh bibit (1/3 ha).

Ditambah, ongkos angkut gabah yang dipotong dari areal sawah ke titik lokasi perontokan sekitar Rp 600 ribu per naleh bibit.

Sedangkan ongkos perontokan gabah dengan mesin tresher Rp 10.000 per goni gabah. Belum lagi, biaya dikeluarkan para petani untuk perawatan tanaman padi, termasuk biaya olah lahan di awal musim tanam.

Harga Tinggi

Sementara Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPC Perpadi) Kabupaten Abdya, H Darwis dihubungi, Selasa (30/6/2020) menjelaskan, gabah segar atau GKP (gabah kerinbg panen) yang ditampung para pedagang sekarang ini berkisar Rp 5.100 sampai Rp 5.200 per kg.

Tingkat harga di tingkat petani tersebut dikatakan tergolong tinggi karena harga gabah yang ditampung pedagang di Pasar Medan, Sumut paling tinggi Rp 5.450 per kg gabah.

“Pedagang di Abdya tak berani menampung gabah lebih dari Rp 5.200 per kg lantaran pedagang di Medan menampung paling tinggi Rp 5.450 per kg,” kata Darwis.

Gabah yang ditampung pedagang Abdya saat ini, kemudian diolah menjadi beras untuk memenuhi permintaan kebutuhan pasar lokal dan sekitar Abdya saja.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved