Luar Negeri
AS Minta PBB Perpanjang Embargo Senjata ke Iran, Stabilitas Timur Tengah Dapat Terancam
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, Selasa (30/6/2020) minta Dewan Keamanan (DK) PBB memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.
“Bayangkan jika disetujui pembatasan dicabut," kata Pompeo.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dijadwalkan berpidato.
Trump, yang memiliki hubungan dekat dengan Arab Saudi dan Israel, pada 2018 menarik diri dari perjanjian nuklir.
Dia menyebutnya bencana, dan memberi sanksi lebih keras ke Iran.
Iran sejak itu telah mengambil langkah-langkah kecil.
Ttetapi meningkat jauh dari kepatuhan dengan perjanjian nuklir saat negara itu mendesak untuk bantuan.
Namun pemerintahan Trump telah membuat argumen baru.
Tetap menjadi peserta dalam kesepakatan nuklir seperti yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan 2015.
Karena juga dapat memicu sanksi PBB jika Iran melanggar persyaratannya, termasuk pada embargo senjata.
"Kami tidak dapat menerima upaya mendapatkan berkah bagi kebijakan tekanan maksimum yang diinginkan AS melalui Dewan Keamanan," kata duta besar Rusia, Vasily Nebenzia.
"Apa yang kita dapatkan pada akhirnya adalah eskalasi yang tidak terkendali," katanya.
Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan embargo senjata lima tahun yang merupakan kompromi antara pemerintahan Obama dan Moskow dan Beijing harus berakhir.
Zhang menegaskanharus sesuai jadwal berdasarkan resolusi 2015.
"Setelah keluar dari JCPOA, AS tidak lagi menjadi peserta dan tidak memiliki hak untuk meminta Dewan Keamanan," kata Zhang.
Sekutu Eropa, telah menyuarakan dukungan memperpanjang embargo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-virtual-dk-pbb.jpg)