Orang Tua Jadi Guru
Dinas Pendidikan Banda Aceh Latih Orang Tua Jadi Guru Kedua Bagi Siswa
Dengan memberdayakan guru kedua, maka sistem belajar di rumah akan sama dengan sistem belajar yang galakkan di sekolah. Model ini mungkin belum pernah
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrizal I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jelang memasuki ajaran baru tahun 2020/2021, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat melatih orang tua murid/siswa SD dan SMP se-Banda Aceh untuk menjadi guru kedua bagi anaknya selama belajar di rumah di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Dr Saminan Ismail MPd kepada Serambinews.com, Rabu (1/7/2020) mengatakan konsep tersebut dilakukan pihaknya untuk mengefektifkan proses belajar mengajar secara virtual atau dari rumah sebelum dibolehkan kembali belajar tatap muka.
“Dengan memberdayakan guru kedua, maka sistem belajar di rumah akan sama dengan sistem belajar yang galakkan di sekolah. Model ini mungkin belum pernah dipikir orang, tapi kita (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh) sudah memulainya,” kata Saminan.
Melatih orang tua menjadi guru ke dua bagi anaknya, kata Saminan, merupakan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh dan baru dipraktikan pada tahun ajaran 2020/2021. Program itu bahkan belum dilakukan oleh daerah lain dan baru diterapkan di Banda Aceh.
• Direkomendasi PSSI, Kemenpora Segera Renovasi Enam Stadion untuk Piala Dunia U-20 2021
• Anggota DPR RI Asal Aceh Janji Tuntaskan Masalah Jargas, Baru Tersambung Aceh Utara & Lhokseumawe
• Zuraida Hanum Divonis Mati, Terbukti Bunuh Suaminya Hakim Jamaluddin, Kenny Menangis Dengar Putusan
Untuk diketahui, proses belajar mengajar akan dimulai pada 13 Juli 2020. Saminan mengatakan, untuk Banda Aceh, proses belajar mengajar SD dan SMP masih secara virtual atau dari rumah. Anak didik akan dibekali dengan buku paket yang dibagikan oleh pihak sekolah kepada masing-masing siswa.
Untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka, Saminan mengatakan masih menunggu arahan dari kementerian. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya sudah menyiapkan skanario menghadapi tahun ajaran baru. Baik belajar dari rumah maupun belajar di sekolah termasuk persiapan protokol kesehatan.
“Kami tadi sudah memanggil orang tua atau wali murid untuk diajarkan sebagai guru ke dua. Jadi anak-anak SD dari kelas 1 sampai kelas 6, kita panggil orang tuanya dan kita ajarkan menjadi guru ke dua. Yang mengajarkan mereka adalah guru-guru sekolah,” ujar Saminan.
Setiap guru akan mengajarkan orang tua/wali murid dari masing-masing kelas. Bahan yang diajarkan kepada guru ke dua tersebut merupakan cara menggunakan buku paket mata pelajaran yang dibagikan sekolah kepada setiap siswa pada saat mengajarkan anaknya di rumah.
“Jadi guru ke dua akan berhubungan dengan guru pertama (guru di sekolah) untuk menyesuaikan jadwal belajar anak. Karena ada jadwal belajar anak di pagi hari, di siang hari, bahkan malam hari, sangat tergantung jadwal orang tuanya. Guru ke dua akan kita didik cara memahami buku paket,” jelas Saminan.
Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi orang tua tidak ada internet karena proses belajarnya dipandu langsung oleh guru ke dua. Di samping itu, guru sekolah juga akan mengajar guru ke dua cara buka aplikasi zoom, karena guru sekolah akan melakukan pertemuan dengan siswa minimal sekali dalam sebulan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/siswa-sekolah-dasar-negeri-002-ranai-melakukan-aktivitas-belajar-menggunakan-masker.jpg)