Berita Luar Negeri
Beredar Rekaman Gerakan Reformasi Gulingkan Kerajaan Arab Saudi, Nama Kuwait Terseret
Rekaman audio baru yang bocor merekam percakapan dua mantan anggota parlemen Kuwait dan mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Sebuah rekaman percakapan rencana penggulingan kerjaan Arab Saudi membuat dunia geger.
Rekaman audio baru yang bocor merekam percakapan dua mantan anggota parlemen Kuwait dan mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi.
Rekaman itu membahas gerakan reformasi untuk menggulingkan Raja yang berkuasa di Kerajaan Arab Saudi dan memuji pengkritik oposisi Saudi, Sa'ad al-Faqih.
Melansir dari Al Arabiya, Rabu (1/7/2020), Rekaman itu dibocorkan oleh aktivis oposisi Qatar, Khalid al-Hail.
Diungkapkan bahwa, mantan anggota parlemen Kuwait yakni, Mubarak al-Duwailah, yang memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.
• Sekolah di Arab Saudi Pecahkan Rekor untuk Rantai Tutup Botol Terpanjang Dunia
• Kasus Virus Corona Arab Saudi Sudah Diatas 190.000 Orang
Kemudian, mantan anggota parlemen Kuwait lainnya, Fayez Hamed al-Baghili al-Rashidi, yang membahas rencana menjatuhkan kerajaan Saudi dengan Khadafi.
"Gerakan reformasi yang dipimpin oleh Sa'ad al-Faqih telah menyebabkan gempa besar di Arab Saudi," kata Khadafi dalam rekaman itu.
Khadafi dalam rekaman itu sempat menyinggung nama Al-Faqih.
Al-Faqih adalah seorang pembangkang Arab Saudi yang berbasis di London yang menuduh Departemen Keuangan AS memiliki hubungan dengan al-Qaeda pada 2004.
Dia telah berulang kali mengkritik Arab Saudi dan menyerukan jatuhnya keluarga (kerajaan) Al Saud yang berkuasa.
“Dia mulai banyak membuat saluran visual yang mengutuk Al Saud dan rezim mereka dan menghasut orang untuk memberontak dan tidak taat,” kata Khadafi di rekaman itu.
• Warga Arab Saudi Bangga Hadirnya Perempuan Sebagai Pengawal Kerajaan
• 24 Organisasi HAM Desak PBB Masukkan Koalisi Arab Saudi Dalam Daftar Hitam
“Saya telah melihat orang-orang dari Riyadh, dan kami tidak bermimpi bahwa suatu hari kami akan menggelar protes di Riyadh,” terang Khadafi.
“Itu tidak mungkin” ujar kedua mantan parlemen Kuwait itu.
“Tidak, mudah bagi kami untuk protes dan mereka tidak bisa memadamkan kami.