Luar Negeri
62.673 Pasien Virus Corona Masih Jalani Perawatan, 100 Diantaranya Gunakan Plasma Darah
Kerajaan Arab Saudi masih merawat 62.673 pasien virus Corona baru, Covid-19 sampai Sabtu (4/7/2020).
Kemenkes mengatakan plasma darah mengandung antibodi yang membantu tubuh untuk pulih.
Ketika seorang pasien pulih, plasmanya dapat digunakan pada orang yang terinfeksi.
Untuk membantu pertahanan serangan virus, terutama karena vaksinnya belum ditemukan.
Pengobatan plasma darah telah digunakan sebelumnya di China dan negara-negara lain.
Tetapi tingkat kemanjurannya belum diuji melalui studi klinis yang terdokumentasi.
Arab Saudi menyetujui inisiatif itu pada awal April 2020.
Sebuah tim dikumpulkan dari kementerian, Rumah Sakit Garda Nasional, Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal, Rumah Sakit Angkatan Bersenjata.
Termasuk rumah sakit universitas, Perawatan Kesehatan Johns Hopkins, Aramco, serta dari sektor swasta.
Kementerian mengkonfirmasi tim peneliti bekerja sepanjang waktu untuk memperluas ruang lingkup inisiatif.
Kemudian, meluncurkannya di seluruh Kerajaan dengan memperoleh donor, yang dilakukan melalui Twitter dan email atau telepon.
Sampai saat ini situs web resmi telah memiliki 14.000 pengunjung, di dalam dan luar Kerajaan, yang telah menunjukkan minat dalam penelitian ini.
Tes awal antibodi plasma, riwayat kesehatan, tanda-tanda vital dan diagnosis diambil sebelum pengobatan dimulai.
Donor harus lulus tes agar sampel plasma dapat digunakan pada pasien Covid-19 dengan aman.
Setelah itu kemajuan pasien pulih dipantau untuk melanjutkan penelitian dan menentukan potensinya.
Sampel plasma yang disumbangkan, biasanya berjumlah 400ml hingga 700ml, bergantung pada berat dan kesehatan donor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-medis-bawa-plasma-darah-di-arabsaudi.jpg)