Luar Negeri
Palestina Perpanjang Lockdown Tepi Barat, Israel Darurat Virus Corona
Pemerintah Palestina di Ramallah, memperpanjang lockdown atau penguncian untuk mencegah virus Corona meluas.
Masing-masing melaporkan hanya beberapa lusin kasus baru sehari pada Mei 2020.
Tetapi pelonggaran pembatasan menyebabkan peningkatan dalam kasus-kasus baru dalam sebulan terakhir ini.
“Kami berada di puncak serangan Corona baru."
"Ini adalah wabah yang sangat kuat dan menyebar di dunia dan juga di sini, ”kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada pertemuan kabinet, Minggu (5/7/2020).
"Kami berada dalam keadaan darurat," katanya.
Dia menambahkan Israel perlu mengendalikan virus Corona ini lebih baik lagi.
Israel melaporkan 1.000 kasus baru pada Minggu (5/7/2020) atau tertinggi sejak wabah dimulai Maret.
Pemerintah Israeal membatasi pengunjung bar atau rumah ibadah, hanya 50 orang.
Warga juga diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak sosial.
Israel pekan lalu mempekerjakan kembali badan intelijen Shin Bet untuk menggunakan teknologi pengawasan ponsel canggihnya untuk melacak warga Israel.
Khususnya yang telah melakukan kontak dengan orang-orang yang terinfeksi dan memberi tahu mereka harus karantina rumah.
Langkah itu biasanya digunakan untuk menggagalkan serangan dengan melacak pejuang Palestina.
Taktik kontroversial digunakan ketika wabah pertama kali muncul awal tahun ini.
Para pejabat membela praktik itu sebagai langkah penyelamatan jiwa.
Sebaliknya, kelompok hak sipil menyerangnya sebagai serangan terhadap hak privasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-virus-corona-meninggal-di-palestina.jpg)