Breaking News:

Luar Negeri

Palestina Perpanjang Lockdown Tepi Barat, Israel Darurat Virus Corona

Pemerintah Palestina di Ramallah, memperpanjang lockdown atau penguncian untuk mencegah virus Corona meluas.

AFP/HAZEM BADER
Anggota keluarga seorang pria berusia 46 tahun yang meninggal dunia akibat virus Corona menangis jelang pemakamannya di Hebron, Tepi Barat, Palestina, Minggu (5/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pemerintah Palestina di Ramallah, memperpanjang lockdown atau penguncian untuk mencegah virus Corona meluas.

Di Tepi Barat, penduduk telah diperintahkan sejak Jumat (3/7/2020) untuk tetap berada di rumah.

Kecuali, bagi mereka yang perlu membeli makanan atau obat-obatan.

Pergerakan antar kota juga dibatasi dan penguncian akan berlangsung selama lima hari.

Pada Minggu (5/7/2020), Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperpanjang keadaan darurat di wilayah itu selama 30 hari.

Dilansir AP, Minggu (5/7/2020), sebuah tindakan yang memungkinkan para pejabat untuk memberlakukan pembatasan virus Corona Palestina.

Termasuk memperluas penghentian operasi, melarang pergerakan antarkota dan mengerahkan pasukan keamanan.

Otoritas Palestina khawatir jika wabah itu tidak terkendali, hal itu akan membanjiri sistem perawatan kesehatan yang belum memadai.

Dalam dua minggu terakhir, otoritas kesehatan  telah melaporkan lebih dari 1.700 kasus virus Corona Palestina.

Khususnya di kota Hebron, Tepi Barat dan ratusan lainnya di Betlehem dan Nablus.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved