Breaking News:

Berita Abdya

Permintaan Telur di Abdya Selama Pandemi Covid-19 Menurun, Tapi Harga Tetap Tinggi, Ini Besarannya

Hal ini disebabkan lantaran saat pandemi corona seperti sekarang ini, tidak ada warga yang menggelar acara hajatan atau kenduri (pesta) perkawinan.

SERAMBINEWS/ZAINUN YUSUF
Konsumen membeli telur di salah satu toko grosir telur ayam kawasan Jalan H Ilyas, Blangpidie, Abdya, Minggu, (5/7/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Permintaan telur ayam ras di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama pandemi Covid-19, cukup menurun.

Hal ini disebabkan lantaran saat pandemi corona seperti sekarang ini, tidak ada warga yang menggelar acara hajatan atau kenduri (pesta) perkawinan.

“Padahal seperti kita ketahui, telur ayam banyak terserap sebagai bawaan warga atau undangan pada acara kenduri, selain menjadi salah satu menu makanan acara pesta,” ujar Fahmi, salah seorang pedagang grosir di Pasar Blangpidie kepada Serambinews.com, Minggu (5/7/2020).

Selain faktor tidak adanya hajatan, menurut Fahmi, permintaan telur ayam juga berkurang akibat menurun daya beli masyarakat.

Kondisi ini membuat pedagang di Pasar Blangpidie tidak berani memesan telur ayam dalam jumlah besar dari produsen di Medan.

Warga Siti Ambia Keluhkan Penyaluran BLT-DD, Camat Singkil Malah Putuskan Dipending, Ini Alasan

Istri Berteriak Lihat Kobaran Api, Dua Rumah di Blang Mangat Lhokseumawe Musnah Terbakar

Pasutri di Pidie Jadi Korban Tabrak Lari Saat Hadiri Safari Subuh di Masjid, Begini Kronologisnya

“Kita pesan telur ayam untuk kebutuhan dua atau tiga hari saja. Telur ayam tak bisa bertahan lama karena bisa membusuk,” terang dia.

Namun demikian, beber Fahmi, meski permintaan cukup menurun tapi harga telur ayam ras di Pasar Blangpidie relatif tinggi.

Harga telur ayam di tingkat pedagang grosir Pasar Blangpidie, sebut dia, mencapai Rp 45.000 per papan (isi 30 butir) pada Minggu (5/7/2020).

Tingginya harga itu, sebutnya, sudah terjadi dalam satu bulan terakhir akibat kenaikan harga telur ayam di tingkat produsen di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Lionel Messi Digosipkan akan Tinggalkan Barcelona, Ini Alasannya

Arab Saudi Catat Kematian Harian Tertinggi Virus Corona, Total Menjadi 1.916 Orang

Suka Berbohong Apakah Orang Tersebut Munafik? Simak Penjelasan Buya Yahya

“Pernah turun berkisar antara Rp 42.000 sampai Rp 43.000 per papan, tapi hanya bertahan dua hari, kemudian naik lagi menjadi Rp 45.000 per papan,” papar Fahmi. “Padahal dua bulan lalu, harga telur ayam bisa dijual Rp 38.000 per papan,” tukas pedagang di Pasar Blangpidie ini.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved