Breaking News:

Update Corona di Aceh Selatan

Akibat Dua Warga Positif Covid-19, Aceh Selatan Masuk Zona Kuning

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran mengharapkan tidak ada lagi penambahan kasus baru Covid-19 di daerah yang dipimpinnya

Serambinews.com
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Novi Rosmita SE MKes 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran mengharapkan tidak ada lagi penambahan kasus baru Covid-19 di daerah yang dipimpinnya. 

Karenanya, Bupati menekankan instansi terkait dan sekolah sekolah senantiasa mengedepankan protokol kesehatan guna menekan penyebaran wabah yang sudah memporak porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Selatan disela-sela pelaksanaan sosialisasi dan simulasi penerapan protokol kesehatan jelang dimulainya tahun ajaran baru di Aceh Selatan pada 13 Juli mendatang. 

25 Warga Bireuen Dikarantina di Cot Batee Geulungku

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Novi Rosmita yang turut mendampingi Bupati membenarkan ada dua kasus positif Covid-19 yang kini masih dirawat intensif di RSUD dr Yulidin Away Tapaktuan.

“Dengan kondisi ini, Aceh Selatan termasuk dalam status zona kuning dari hijau sebelumnya,” kata Novi yang juga ikut memantau jalannya simulasi protokol kesehatan di sekolah dihari terakhir, Rabu (8/7/2020) di Tapaktuan.  

Menurutnya, dua kasus di Kabupaten Aceh Selatan yang terpapar berasal dari luar Aceh Selatan, satu dari Medan- Sumatera Utara dan seorang lagi dari Banda Aceh.

Pandemi Corona, Muzakarah Ulama Internasional di Aceh Singkil Ditunda

Kalak BPBD Aceh Selatan yang juga kepala sekretariat tim gugus Covid Aceh Selatan, Cut Syazalisma menambahkan, kasus terjadi dari luar daerah atau transmisi lokal.

“Untuk itu posko di perbatasan tetap kita fungsikan dan diperkuat, apalagi saat ini mulai diterapkan New Normal, jumlah mobilisasi orang dari dan ke Aceh Selatan diperkirakan terus meningkat,” ujarnya.

Sayangnya, sambung dia, stok alat rapid test yang tersedia di gugus saat ini kian menipis sekira 50 pcs.

Sementara dengan kondisi ini, lanjutnya, alat tersebut sangat dibutuhkan.

“Kami membutuhkan sekira 2.000 alat rapid test, sebagai persiapan menghadapi situasi New Normal,” terang dia. 

Cut Syazalisma mengakui, terkait dengan jumlah janji bantuan alat rapit test dari tim Gugus Provinsi Aceh untuk pelaksanaan rapid test massal di Aceh Selatan sebanyak 1.000 unit, baru diberi 300 unit dan sisanya belum  sampai.(*) 

Dana BOS Boleh Digunakan Untuk Alat Protokol Kesehatan Sekolah

Penulis: Taufik Zass
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved