Breaking News:

Berita Aceh Besar

Pupuk Urea Langka di Aceh Besar, Komisi II DPRK Minta Distan Aceh Besar Jamin Tersedianya Stok Urea

Sejak sebulan terakhir ini, persediaan urea bersubsidi di Kabupaten Aceh Besar, sangat langka. Akibat kelangkaan pupuk ini, petani sistem tanam gadu..

For Serambinews.com
Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, Mursalin SHI. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  -  Sejak sebulan terakhir ini, persediaan urea bersubsidi di Kabupaten Aceh Besar, sangat langka. Akibat kelangkaan pupuk ini, petani sistem tanam gadu terancam gagal panen.

"Saya meminta Dinas Pertanian Aceh Besar menjamin tersedianya pupuk urea bersubsidi saat dibutuhkan oleh petani yang kini lagi musim tanam. Stok urea harus tersedia di pasaran, jangan sampai terulang kejadian yang sama setiap musim tanam petani kesulitan memperoleh urea bersubsidi," ujar Mursalin SHI, Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar, kepada Serambinews.com, Rabu (8/7/2020).

Menurut Mursalin, Dinas Pertanian Aceh Besar harus mempersiapkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) agar ketika pupuk kurang, dinas harus aktif untuk meminta tambahan kuota urea ke Dinas Pertanian Aceh. Jangan hanya menunggu jatah yang sudah ada, tetapi bagaimana kebutuhan urea bersubsidi disaat petani membutuhkan, stok pupuk sudh tersedia.

"Jangan sampai, urea didistribusikan distributor ketika petani tidak membutuhkan urea. Ini artinya penyaluran urea harus tetap waktu disaat petani turun ke sawah," ujar Mursalin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar mengakui, saat ini stok urea bersubsidi di Aceh Besar langka.  Namun, ia telah meminta penambahan kuota urea bersubsidi ke Dinas Pertanian Aceh. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara detail.

Menurut dia, kelangkaan urea bersubsidi di Aceh Besar akibat adanya pengurangan kuota urea bersubsidi dan saat ini luas areal sawah untuk sistem tanah gadu di Aceh Besar mencapai 6.000 hektare.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Assaadah Kecamatan Ingin Jaya,  Iswadi, mengatakan, areal sawah di Gampong Lubuk Bateee seluas 15 hektare.  Sedangkan, program bajak sawah tanam serentak (sistem tanam gadu) seluas 90 hektare di enam gampong.

Menurut dia, saat ini tanaman padi petani sudah berumur sebulan dan ada yang baru menanam karena air sedang terairi di persawahan dalam musim tanam gadu. Saat ini petani membutuhkan pupuk urea, tetapi stok di pasaran urea bersubsidi tidak ada alias langka.

Bahkan, selama ini petani tidak pernah merasakan urea harga subsidi karena urea terkadang mereka beli di toko-toko di pasaran dengan harga bervariasi mencapai Rp 130.000 per zak hingga Rp 160.000 per zak.

"Harga urea sangat mahal sehingga sangat mencekik leher petani dan mereka berharap harga urea di pasaran sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah." harap Iswadi.(*)

 

Pemerintah Kewalahan, Jasad Korban Covid-19 Menumpuk di Jalan-Jalan Bolivia

Siap Pasarkan Produk Lebih Luas, Kelompok Binaan PT Medco Peroleh Izin PIRT dari Pemkab Aceh Timur

Mulai Serang Ternak, Kemunculan Harimau di Aceh Tamiang Semakin Meresahkan

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved