Breaking News:

Berita Nasional

Covid-19 Bisa Menular Melalui Udara, Pemerintah Minta Warga Perhatikan Sirkulasi dan Ventilasi

Mikro droplet bisa memicu penularan Covid-19 lewat udara. Mikro droplet merupakan droplet berukuran kecil yang berasal dari orang terinfeksi.

DOKUMENTASI BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (15/6/2020).(DOKUMENTASI BNPB) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui gugus tugas penanganan virus covid-19 menyebut belum ada pernyataan resmi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait penyebaran virus corona lewat partikel udara atau airborne.

"Pernyataan resmi WHO yang menyatakan penularan lewat airborne belum ada," ujar Kepala Pusat Krisis Gugus Tugas Covid-19 Budi Sylvana, Kamis (9/7/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menjelaskan soal mikro droplet yang disebut bisa memicu penularan Covid-19 lewat udara. Mikro droplet merupakan droplet berukuran kecil yang berasal dari orang terinfeksi Covid-19.

"Kita tahu bahwa droplet ini ada yang ukurannya kecil yang disebut mikro droplet. Yang memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan," ujar Yuri.

Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara, Partikel Aerosol Virus Corona Mirip Asap Rokok

Suhu Udara di Aceh Capai 35 Derajat Celcius, BMKG Prediksikan Kondisi Panas Ini Sampai September

Virus Corona Serang Sekolah Scapa TNI AD, 1.262 Calon Perwira dan Pelatih Positif Covid-19

Mikro droplet ini, kata Yuri, akan bertahan lebih lama dalam kondisi tempat atau wilayah yang tertutup dengan kondisi ventilasi yang tidak terlalu baik. Oleh karena itu, dia menjelaskan sejumlah langkah agar masyarakat terhindar dari penularan Covid-19 lewat mikro droplet yang melayang di udara. Pertama, masyarakat wajib menggunakan masker.

"Apapun alasannya, gunakan masker karena ini melindungi kita," tutur Yuri.

Warga juga harus memastikan untuk menjaga jarak aman saat melakukan kontak sosial. Jaga jarak minimal dilakukan sejauh 1,5 meter - 2 meter. Tidak lupa rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

"Untuk kita yang bekerja pada ruang yang tetap, di ruang kerja di kantor, pastikan bahwa sirkulasi udara dan ventilasi ruang kerja kita setiap hari terganti udaranya," ujar Yuri.

"Sebisa mungkin kalau akses udara segar dari luar bisa dilakukan, maka lakukan itu," lanjutnya.

Hal yang sama menurutnya juga harus dilakukan di kendaraan. Yuri menyarankan agar masyarakat setiap pagi membula jendela mobil sebelum berangkat bekerja.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved