Kamis, 11 Juni 2026

Luar Negeri

Krisis Ekonomi Lebanon Tak Terkendali, Rakyat dan 1,7 Juta Pengungsi Terancam Kelaparan

Krisis ekonomi Lebanon makin tak terkendali dalam beberapa bulan terakhir ini. Kondisi itu mengancam rakyat Lebanon jatuh miskin secara ekstrem.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSEPH EID
Demonstran dalam demo anti-AS berupaya menjatuhkan pintu gerbang dekat Kedubes AS di Awkar, Beirut, Lebanon, Jumat (10/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Krisis ekonomi Lebanon makin tak terkendali dalam beberapa bulan terakhir ini.

Kondisi itu mengancam rakyat Lebanon jatuh miskin secara ekstrem.

Termasuk 1,7 juta pengungsi Suriah dan Palestina yang berada di kamp-kamp penampungan sementara

Ketua Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Michelle Bachelet, Jumat (10/7) mengatakan tatanan sosial negara itu berisiko.

Dia mengatakan populasi yang rentan terancam jatuh miskin secara ekstrem.

Dia menyerukan reformasi internal ditambah dengan dukungan internasional untuk mencegah kekacauan lebih lanjut di negara itu.

Lebanon merupakan tempat bermukimnya kelompok Hizbullah dukungan Iran, sekaligus menguasai parlemen dan pemerintahan.

"Situasi ini telah lepas kendali, dengan banyak warga sudah melarat dan menghadapi kelaparan akibat langsung dari krisis ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Alarm sudah berbunyi, dan kita harus segera merespons sebelum semuanya menajdi terlambat,” tambahnya.

Pemimpin Hizbullah Sebut Dubes AS untuk Lebanon Seperti ‘Penguasa Militer’

Krisis Mata Uang Hancurkan Ekonomi Lebanon

Cina Cengkeram Lebanon,  Berdalih Bantuan, Bidik Jalur Sutra Timur Tengah

Dilansir AFP, Jumat (10/7/2020), selama berbulan-bulan, negara Mediterania itu bergulat dengan krisis ekonomi terburuk sejak berakhirnya perang saudara 1975-1990.

Puluhan ribu orang telah kehilangan pekerjaan atau gaji hanya menerima sebagian dan negara kekurangan dolar yang memicu inflasi sangat tinggi.

Bachelet mengatakan krisis pengangguran akan mendorong kemiskinan dan hutang dengan implikasi serius di negara dengan jaring sosial yang rapuh.

Dia mengatakan warga Lebanon yang rentan, bersama dengan 1,7 juta pengungsi, semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.

Termasuk juga 250.000 pekerja migran, banyak dari mereka kehilangan pekerjaan atau kehilangan tempat tinggal.

"Situasi hanya akan bertambah buruk ketika impor makanan dan medis turun drastis," kata Mantan Presiden Chili itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved