Berita Aceh Besar
Momentum Hari Raya Kurban dan Pengakuan Miris Warga Pulo Aceh
"Di balik keindahan alamnya, rata-rata warga Deudap, Pulo Aceh termasuk keluarga kurang mampu. Daging menjadi sesuatu makanan mahal bagi mereka."
Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh sedang berikhtiar menyediakan hewan kurban untuk beberapa daerah terpencil di Aceh, termasuk desa-desa di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. “Warga Pulo Aceh mengaku jarang sekali bisa menyembelih hewan kurban. Tahun lalu ada kiriman dari Banda Aceh, meskipun sedikit, itulah yang mereka cicipi,” lapor Humas ACT Aceh, Zulfurqan.
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Keindahan pesisir pantai Gampong Deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar mampu menyihir siapa saja yang memandang. Saat senja tiba, warna kuning keemasan memantul dari lautnya. Iringan boat nelayan yang kembali ke pantai semakin menyempurnakan keindahan itu.
Gampong Deudap di di Pulau Nasi, salah satu pulau dari gugusan Pulo Aceh. Di gampong ini wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pantai Ujong Eumpee dan Pantai Nipah. Ada 82 kepala keluarga yang menghuni desa ini.
Secara geografis, Deudap berupa pesisir dan perbukitan. Rata-rata warganya hidup dari profesi nelayan, pekebun, dan petani. Para pekebun biasanya menanam cabai rawit, singkong, dan semangka.
Di balik keindahan alamnya, ternyata rata-rata warga Deudap termasuk keluarga kurang mampu.
Daging menjadi sesuatu makanan mahal bagi mereka. Bahkan di momentum Hari Raya Kurban, masyarakatnya jarang yang mampu menyembelih hewan kurban.
• Ahli Epidemiologi Sebut Rapid Test Tidak Ada Guna, Malah Bisa Nambah Kasus Covid-19, Kok Bisa?
Keuchik Deudap, Sadri, menuturkan, tahun lalu hewan kurban berasal dari Banda Aceh.
“Ya, tahun lalu ada dari Banda Aceh. Meskipun warga kami dapat sedikit-sedikit seorang, setidaknya kita bisa mencicipi daging kurban,” kata Keuchik Sadri sebagaimana dikutip Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Zulfurqan, Jumat (10/7).
Seorang warga Deudap, Nazaruddin mengatakan, beberapa waktu lalu ACT Aceh pernah memintanya mengirimkan profil desa. Informasi itu juga dibenarkan Zulfurqan.
• Seorang Ibu Galang Dana Untuk Operasi Payudara Anak Lelakinya yang Kian Membesar
Menurut Zulfurqan, ACT Aceh sedang berikhtiar menyediakan hewan kurban untuk daerah terpencil di Aceh. Titik lokasinya yakni kampung di Pulo Aceh, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Simeulue.
Pihak ACT juga mengimbau masyarakat dapat menyalurkan kurban maupun sedekah kurban ke daerah tersebut melalui rekening virtual account BNI Syariah 8660291020050164 atas nama Yayasan Global Qurban.
• Satpol PP Aceh Besar Gelar Razia Objek Wisata
Konfirmasi donasi dan informasi selengkapnya melalui telepon 0651-7315352, WhatsApp 082283269008 dan instagram @act_aceh.
Dijelaskan, harga kurban reguler beragam tergantung bobotnya. Hewan kurban jenis kambing mulai dari Rp 2,15 juta hingga Rp 2,85 juta dan sapi mulai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.
Pengakuan tentang keprihatinan juga disampaikan warga Lamteng, gampong lainnya di Pulo Aceh.
Seorang warga Lamteng kepada tim ACT Aceh juga mengakui rata-rata warga desa tersebut kurang mampu. Tak heran jika ibadah kurban jarang bisa dilaksanakan di gampong berpenduduk 521 jiwa tersebut. (nasir nurdin)