Breaking News:

Berita Abdya

Penyidik Polres Abdya Masih Mendata Korban Vina, Nasabah Enggan Melapor

Nasabah yang menjadi korban diperkirakan lumayan banyak, namun sepertinya mereka enggan melapor ke polisi tanpa sebab yang jelas.

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
RS alias Vina (26), oknum karyawati salah satu bank BUMN di Blangpidie, dihadirkan dalam konferensi pers digelar Abdya di depan Mapolres setempat, Selasa (7/7/2020). Wanita muda ini sebagai tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah dengan jumlah sementara sekitar Rp 6,3 miliar.   

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Penyidik Polres Aceh Barat Daya (Abdya), terus mengembangkan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah bank milik BUMN di Blangpidie, melibatkan tersangka RS alias Vina (26), oknum karyawati bank setempat.

Nasabah yang menjadi korban diperkirakan lumayan banyak, namun sepertinya mereka enggan melapor ke polisi tanpa sebab yang jelas. Banyak korban enggan membuat laporan polisi, padahal kerugian dalam jumlah lumayan besar, menimbulkan dugaan negatif dari publik.   

Sejak kasus menghebohkan itu  mencuat hingga Jumat (10/7/2020), korban yang membuat laporan polisi tidak bertambah, masih tetap enam orang dengan perkiraan kerugian lebih kurang Rp 3,6 miliar.

Tapi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara uang nasabah bank yang sukses digelapkan oknum karyawati dikenal memiliki gaya hidup glamor itu mencapai Rp 6,3 miliar, namun masih tahap pengembangan pihak penyidik.

Enam nasabah bank pelat merah tersebut yang membuat laporan polisi, terdiri dari satu orang Anggota DPRK, satu orang pedagang di Blangpidie. Lainnya merupakan nasabah dari kalangan ibu-ibu atau masyarakat biasa. 

“Korban yang melapor belum bertambah, masih tetap enam orang seperti diumumkan dalam konferensi pers empat hari lalu,” kata Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi STP dihubungi Serambinews.com, Jumat (10/7/2020).

Tentang informasi berkembang bahwa sejumlah pejabat dan pengusaha di Abdya menjadi korban iming-iming atau bujuk rayu Vina, untuk sementara belum ada yang membuat laporan kepada penyidik Polres Abdya.

Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi menjelaskan, penyidik masih melakukan pendataan, baik  jumlah nasabah yang menjadi korban, nilai uang yang diambil tersangka serta melacak aliran dana berdasarkan print rekening koran. Termasuk mendata nasabah mana saja yang mendapat pemberian reward/hadiah dari tersangka RS.

Pemberian reward yang sudah terlacak antara dua unit sepeda motor (sepmor) jenis Yamaha N- Max diberikan kepada dua orang nasabah. “Soal reward berupa sepmor ini, saya sedang berkoordinasi dengan Kapolres,” kata Erjan.

Halaman
1234
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved