Karhutla
Polisi Kembali Periksa Pekerja PT ASN, Usut Lahan HGU yang Terbakar
Sejumlah saksi lain juga akan diperiksa guna memastikan penyebab terbakarnya lahan HGU itu, apakah sengaja dibakar atau terbakar.
Penulis: Rizwan | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Penyidik Polres Nagan Raya kembali memeriksa sebanyak 3 orang pekerja dari PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang lainnya.
Pemeriksaan tersebut guna mengungkap penyebab kebakaran lahan hak guna usaha (HGU) perusahaan sawait tersebut pada Minggu pekan lalu seluas 7 hektare di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhillah Adityta Pratama SIK mengakui bahwa pada Jumat dua hari lalu sebanyak 3 pekerja dari PTASN diperiksa yang merupakan sebagai saksi.
“Masih kita dalami,” kata Fadhillah kepada Serambinews.com Minggu (12/7/2020)
Menurutnya, dalam pekan ini juga sudah menjadwalkan memeriksa sejumlah saksi lain guna memastikan penyebab lahan HGU terbakar yakni apakah sengaja dibakar atau terbakar.
Namun sebelumnya pihaknya memeriksa pimpinan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) dan seorang karyawannya terkait kebakaran lahan di perusahaan sawit tersebut, Senin (6/7/2020) lalu.
Pemeriksaan manajer kebun, karyawan dan seorang aparat desa guna mengungkap lahan kosong HGU perusahaan bergerak di bidang kelapa sawit.
• Akhirnya Polisi Temukan Ladang Ganja Satu Hektare, Pelaku Sempat Bikin Polisi Nyasar di Hutan
• Tak Pulang ke Rumah Saat Malam Hingga Dicari Tim Gabungan, Khalidin Mengaku Hilang Tanpa Sadar
• Seorang Janda Ditangkap di Tokyo, Biarkan Putri Kecil Berusia 3 Tahun di Rumah Sampai Tewas
Karhutla di Beutong
Kapolres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya saat ini juga sedang menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Beutong yang diperkirakan seluas 3 hektare.
“Kita juga sedang melakukan penyelidikan,” katanya.
Dikatakannya, penyelidikan dilakukan guna memastikan apakah karhutla dibakar atau terbakar sendiri sehingga membawa dampak bagi masyarakat.
“Kita akan usut tuntas sehingga kasus karhutla ke depan tidak lagi terjadi,” katanya.
Dikatakannya, selain pada dua titik tersebut, penyidik juga sedang mendalami karhutla di Krueng Itam dan Alue Siron Kecamatan Tadu Raya.
Lokasi lahan terbakar seluas 12 hektare.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/spandukbb.jpg)