Breaking News:

Berita Kutaraja

Citra Satelit Tangkap 51 Hotspot di Aceh, Kemenko PMK Ingatkan Kerawanan Karhutla di 8 Daerah Ini

Pasalnya, saat ini ada 51 titik api atau hotspot terpantau di sejumlah kabupaten/kota di Aceh berdasarkan hasil citra satelit.

Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Foto udara karhutla di Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh masih cukup besar terjadi. Pasalnya, saat ini ada 51 titik api atau hotspot terpantau di sejumlah kabupaten/kota di Aceh berdasarkan hasil citra satelit.

Hal ini diungkapkan Deputi I Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Dodi Usodo Hargo dalam Rakor Sinergisitas Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan yang dilaksanakan di Hotel Kryad Banda Aceh, Senin (13/7/2020).

Oleh karena itu, Dodi mengingatkan kepada pimpinan daerah di delapan kabupaten di Aceh meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Nagan Raya, Abdya, Aceh Tengah, Pidie, dan Aceh Besar, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sebab, dari hasil pemotretan satelit, ada 51 titik lokasi api atau hotspot yang terpantau di tujuh kabupaten itu, dan patut diwaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan yang meluas," kata Dodi Usodo Hargo.

Dodi menjelaskan, 51 titik api yang terpantau oleh citra satelit itu paling banyak di Aceh Selatan sebanyak 16 titik, kemudian Aceh Tengah 13 lokasi, Aceh Jaya 8 lokasi, Aceh Barat 6 lokasi, Nagan Raya 6 lokasi, Abdya 1 lokasi, Aceh Besar 1 lokasi, dan Pidie masih nol.

Hari Pertama Proses Belajar Mengajar di Abdya, Ada Siswa Sulit Bernafas Jika Pakai Masker

Bupati Sarkawi dan Sekda Haili Yoga Pantau Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Bener Meriah   

Warga Lhokseumawe Ingin Periksa Kesehatan Hewan Kurban Secara Gratis? Begini Caranya

Meski begitu, beber Dodi, sejak tahun 2017, angka karhutla di Aceh semakin menurun. Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh.

Apresiasi serupa juga diberikan kepada instansi vertikal lainnya, yakni Polda Aceh, Kodam IM beserta jajaran di daerah, dan lembaga lintas sektoral lainnya, yang sudah membantu serta bekerja keras menjaga dan mengatasi karhutla di Aceh.

Sementara itu, Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes yang membuka acara mewakili Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, jumlah titik lokasi api pada bulan ini yang terpantau oleh citra satelit untuk seluruh Aceh, totalnya mencapai 144 titik lokasi.

Titik api itu, ujar Sekda, perlu dipantau dan diwaspadai oleh seluruh masyarakat, mulai dari pemerintah terendah yaitu pemerintah gampong, camat, kabupaten/kota, provinsi, sampai pemerintah pusat.

“Semua tingkatan pemerintahan itu memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan tingkatan pemerintahannya,” ucap Sekda. “Sedangkan tugas dan kewenangan masyarakat secara individu dalam pencegahan karhutla adalah mencegah dan menjaga lahan agar tidak terbakar,” imbuhnya.

Wanita Ini Habiskan Hampir Rp 2 M untuk Jadi Barbie Hidup, Harus Berhenti Kerja karena Terlalu Seksi

Vaksin COVID-19 Buatan Universitas Queensland Mulai Diuji Coba pada Manusia, Melibatkan 120 Relawan

Nekat Menghadiri Pesta Covid-19, Pria Asal Texas, Amerika Serikat, Meninggal Terinfeksi Virus Corona

Di sisi lain, beber Taqwallah, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, ada 17 kabupaten/kota yang masuk dalam katagori tinggi kebakaran hutan dan lahan. Daerah itu masing-masing yaitu, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie, Aceh Barat, Aceh Besar, Abdya, Bener Meriah, Aceh Singkil, Aceh Utara, Bireuen, Subulussalam, Pijay, dan Sabang.

“Sebaliknya, empat daerah lagi kategori sedang adalah Aceh Tenggara, Simeulue, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa. Serta dua lagi yakni Kota Banda Aceh dan Sabang, masuk kategori rendah karena luas areal hutannya sedikit,” beber Sekda.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved