Rabu, 22 April 2026

Berita Pidie

Lapak Pedagang Buah Dikeluhkan, Kadis Perhubungan Pidie:Siap Dibongkar Jika Dibutuhkan

"Bukan jalan masuk yang ditutup. Yang ditutup itu tembok. Jika sewaktu-waktu pemerintah daerah membutuhkan siap dibongkar," ujar Jufrizal.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Kepala Dinas Perhubungan Pidie, Jufrizal MSi 

"Bukan jalan masuk yang ditutup. Yang ditutup itu tembok. Jika sewaktu-waktu pemerintah daerah membutuhkan siap dibongkar," ujar Jufrizal.

Laporan  Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Lapak pedagang buah di depan terminal labi-labi Kota Sigli dikeluhkan.

Pasalnya lapak itu terkesan menghalangi salah satu pintu masuk ke areal terminal.

Akan tetapi, Kepala Dinas Perhubungan Pidie, Jufrizal MSi ditanyai Serambinews.com, Selasa (14/7/2020) membantah hal demikian.

Menurut Jufrizal, pintu masuk terminal bagi labi-labi ataupun kendaraan lain dari arah Blok Bengkel.

Dan pintu keluar dari terminal tersebut  juga masih ada jalur seperti biasa.

"Bukan jalan masuk yang ditutup. Yang ditutup itu tembok. Jika sewaktu-waktu pemerintah daerah membutuhkan siap dibongkar," ujar Jufrizal.

Jufrizal mengaku, dari pedagang buah itu kini telah ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibayar sekira Rp 1,2 juta per tahun.

Nah itu mendatangkan PAD ia mengaku tidak mengganggu lokasi jalur masuk labi-labi kenapa dipersoalkan.

PEDAGANG buah-buahan di depan Terminal Labi-labi Kota Sigli terkesan menutupi jalur masuk terminal, namun Kepala Dinas Perhubungan Pidie mengaku tidak ada jalur lain bisa digunakan. Foto direkam Selasa (14/07/2020).
PEDAGANG buah-buahan di depan Terminal Labi-labi Kota Sigli terkesan menutupi jalur masuk terminal, namun Kepala Dinas Perhubungan Pidie mengaku tidak ada jalur lain bisa digunakan. Foto direkam Selasa (14/07/2020). (SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI)

Jadwal Pencairan Gaji 13 PNS di Pidie Harusnya Dibayar Juli, untuk Jatah 2020 Tunggu Juknis

Rp 248 Miliar Uang Pemda Simeulue Habis untuk Kebun Sawit Seluas 5.000 Hektare

Nelayan Harus Berhati-hati, Tinggi Gelombang Capai 5 Meter

Sementara itu, itu pedagang buah jejeran di depan terminal itu adalah mereka yang sebelumnya berjualan di lokasi bersisian dengan Toko Kedai Kopi Puspa.

Karena merasa kurang nyaman mereka relokasi ke arah depan terminal sehingga lapak yang lama kini kosong.

Sementara beberapa pedagang buah mengaku mereka mengantongi surat izin makanya berani menggelar lapal dagangan di lokasi itu.

Nah, mereka menyebut lagi tidak menghalangi areal masuk ke arah terminal. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved