Luar Negeri

Pemain Sepakbola Wanita Arab Saudi Siap Kembali ke Lapangan

Pemain sepakbola wanita Arab Saudi bersiap kembali ke lapangan setelah berbulan-bulan terkunci. Pemberlakuan jam malam berdampak besar pada industri

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Tim sepakbola wanita Arab Saudi sedang melakukan latihan. 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Pemain sepakbola wanita Arab Saudi bersiap kembali ke lapangan setelah berbulan-bulan terkunci.

Pemberlakuan jam malam berdampak besar pada industri olahraga, mulai dari penutupan gym hingga tim yang berhenti dari pelatihan kelompok.

Tetapi pertumbuhan di sektor olahraga, khususnya klub sepak bola wanita, telah menemukan dukungan dari Federasi Sepakbola Saudi.

Sehingga, memungkinkan tim untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan sampai siap kembali beraksi.

"Saya terkejut mendengar ibu teman saya bercerita tentang bagaimana dia dan teman-teman serta sepupunya terbiasa bermain sepak bola di salah satu ladang ," kata seorang pemain sepakbola wanita Arab Saudi.

“Saya tidak yakin kapan tepatnya sepakbola wanita didirikan di Kerajaan, tapi pasti sebelum tahun 1980-an, tetapi tidak mengetahuinya bukan berarti tidak ada,” tambahnya, kepada Arab News, Senin (13/7/2020).

Seorang analis keuangan dan pelatih serta manajer di sore hari, Maram Al-Butairi mengatakan sepakbola selalu menjadi olahraga khusus untuk wanita di Kerajaan.

Manajer Eastern Flames itu membantu membentuk salah satu tim top Provinsi Timur dan menemukan minat besar dari banyak wanita di sekitarnya.

Mayat Aktris Naya Rivera Ditemukan di Danau, Putranya Selamat Seusai Lima Hari Hilang

WHO Minta Dunia Tidak Politisasi Pembukaan Kembali Sekolah

VIDEO - Fase Kebiasaan Baru Lebihi Kuota, Pelajar di Aceh Singkil Diminta Pulang

Klub sepak bola wanita mulai bermunculan pada 2012 dan 2013, mendapatkan momentum dari waktu ke waktu serta dukungan dari anggota senior dalam kepemimpinan dan masyarakat.

Maram Al-Butairi , Manajer Sepakbola Wanita Eastern Flames, Provinsi Timur, Arab Saudi
Maram Al-Butairi , Manajer Sepakbola Wanita Eastern Flames, Provinsi Timur, Arab Saudi (Supplied)

“Kami mulai mengundang tim ke liga dan turnamen kami.”

“Sebelum itu, kami dulu hanya mengundang pemain sepak bola dari Bahrain karena lebih dekat ke Provinsi Timur.”

“Pada 2012-2013, kami memutuskan mengundang orang-orang dari seluruh negeri dan kami memiliki dua tim yang datang dari Riyadh dan tinggal di provinsi selama tiga hari.”

“Ini adalah pertama kalinya melihat sepak bola menjadi sesuatu, karena tim normal biasanya memiliki setidaknya 12 pemain, termasuk pelatih.”

“Tetapi, kami memiliki delapan tim, semuanya wanita, sehingga harus meminta keluarga mereka untuk pergi dan menjadi bagian dari turnamen ini.”

“Saya akan mengatakan itu adalah kemunculan sepakbola wanita bagi kami,” ujar pelatih wanita itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved