Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Berita Lhokseumawe

PMI Lhokseumawe Berikan Layanan RFL bagi Imigran Rohingya  

Palang Merah Indonesia Kota Lhokseumawe, memberikan layanan Restoring Family Link (RFL), kepada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh..

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
alang Merah Indonesia Kota Lhokseumawe, memberikan layanan Restoring Family Link (RFL), kepada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara beberapa waktu yang lalu. 

 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, memberikan layanan Restoring Family Link (RFL), kepada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara beberapa waktu yang lalu.

Tujuannya adalah untuk memberikan berita kepada keluarga tentang keberadaan dan keadaan mereka yang saat ini sedang di tampung di gedung Balai Latihan Kerja, di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, kota Lhokseumawe.

Sekretaris PMI Kota Lhokseumawe, M Agam Khalilullah kepada Serambinews.com, Selasa (14/7/2020) mengatakan, layanan tersebut untuk melakukan pemulihan hubungan keluarga, yaitu dengan menggunakan telepon seluler.

“Layanan ini diberikan mengingat sejak keberangkatan para migran berpisah dengan keluarga tanpa ada komunikasi apapun, maka layanan ini berfungsi sebagai salah satu cara untuk memberikan berita kepada keluarga tentang keberadaan dan keadaan mereka saat ini,” ujarnya.

Agam menambahkan, dalam melakukan layanan tersebut, PMI Kota Lhokseumawe didampingi oleh IOM sebagai translator.

Lalu Translator ini dibutuhkan untuk mendengarkan isi percakapan Imigran dengan keluarganya.

Apabila terdapat percakapan diluar dari prosedur, maka layanan telpon akan diberhentikan.

Selanjutnya para imigran hanya diberikan waktu selama tiga menit untuk dapat berkomunikasi dengan keluarganya,

Waktu yang terbatas tersebut bermaksud untuk menghindari adanya pembahasan di luar berita keadaan dan keberadaan mereka.

“Tahapan dalam layanan ini adalah, para Imigran Rohingya ini akan di data terlebih dahulu untuk dapat diberikan layanan, karena layanan ini hanya diberikan kepada Imigran yang mau saja. Kemudian mereka akan di panggil secara berurut satu-persatu untuk mengabari keluarganya,” demikian M Agam Khalilullah.

Untuk diketahui, awalnya sebanyak 99 imigran Rohingya ini terdampar di perairan Seunuddon, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Rabu (24/6/2020).

Mereka umat muslim yang diduga diusir dari negaranya Myanmar itu terdiri atas pria, wanita muda dan tua, bahkan masih anak-anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved