Kamis, 7 Mei 2026

Luar Negeri

WHO Minta Dunia Tidak Politisasi Pembukaan Kembali Sekolah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta dunia tidak mempolitisasi pembukaan kembali sekolah. Keputusan membuka kembali sekolah harus menjadi bagian

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/STR
Sejumlah pelajar berdialog dibatasi plastik di sebuah SMA di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 10 Juli 2020. 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta dunia tidak mempolitisasi pembukaan kembali sekolah.

Keputusan membuka kembali sekolah harus menjadi bagian dari strategi untuk memerangi virus Corona baru, Covid-19.

"Kita tidak bisa mengubah sekolah menjadi sepakbola politik lain dalam permainan ini,” kata
Michael Ryan, Kepala Kedaruratan WHO, Senin (13/7/2020).

Dia mengatakan keputusan semacam itu membutuhkan pandangan lebih luas, dari sekedar mencari popularitas.

Kepala Keadaan Darurat WHO, Michael Ryan menghadiri konferensi pers tentang perkembangan virus Corona di markas besar Jenewa, Swiss, Jumat (3/7/2020).
Kepala Keadaan Darurat WHO, Michael Ryan menghadiri konferensi pers tentang perkembangan virus Corona di markas besar Jenewa, Swiss, Jumat (3/7/2020). (AFP/Fabrice COFFRINI / POOL)

Ryan menjelaskan sekolah, tempat kerja atau tenaga keperawatan harus merespons secara individual terhadap pandemi Covid-19.

“Kita harus fokus pada strategi jangka panjang yang komprehensif berfokus pada semuanya sekaligus.”

“Kita harus mengunyah permen karet dan berjalan pada saat yang sama, ”katanya.

Dia menyarankan Dunia untuk mengambil keputusan berdasarkan kebijakan sendiri atau tingkat penularan saat ini, seperti dilansir AP, Senin (13/7/2020).

“Kami tidak bisa mengubah sekolah menjadi sepakbola politik lain dalam pertandingan ini.”

“Hal itu tidak adil untuk anak-anak kita, ”kata Ryan.

“Kita harus membuat keputusan yang didasarkan pada kepentingan terbaik untuk anak-anak kita.”

“Baik itu pendidikan atau kepentingan kesehatan mereka, ujarnya.

VIDEO - Fase Kebiasaan Baru Lebihi Kuota, Pelajar di Aceh Singkil Diminta Pulang

VIDEO - Berlumpur dan Licin, Jalan Di Kecamatan Pirak Timu Aceh Utara Memprihatinkan

Maroko Lockdown Kota Pelabuhan Tangiers

Komentar itu muncul ketika pejabat administrasi Trump semakin menyerukan agar sekolah-sekolah di Amerika Serikat dibuka kembali.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI (SALVATORE DI NOLFI)
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI (SALVATORE DI NOLFI) (EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI)

Sedangkan Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan Duia bahwa pandemi akan terus memburuk secara global.

Dikatakan ada beberapa hal tidak akan kembali ke normal untuk beberapa waktu.

Pada jumpa pers Senin (13/7/2020), mengatakan tidak akan kembali ke normal lama untuk masa mendatang.

Tedros mengatakan banyak negara, terutama di Eropa dan Asia, telah mengendalikan wabah, tetapi banyak yang melihat tren virus bergerak ke arah yang salah.

Tedros juga menghukum para pemimpin politik karena berbagai pesan tentang wabah yang merusak kepercayaan, tanpa menyebut nama politisi manapun.

Tedros menyerukan negara-negara untuk mengadopsi strategi komprehensif untuk mengekang beban kasus yang melonjak di banyak negara.

Dia mencatat sekitar setengah dari semua kasus baru sekarang berasal dari Benua Amerika.

Namun, Tedros mengatakan ada peta jalan keluar dari pandemi, karena tidak ada kata terlambat.

Dia menjelaskan untuk mengendalikan penyebarannya bahkan di tempat-tempat dengan bahan peledak.

Selain itu, China, Senin (13/7/2020), mengatakan dua pakar WHO berada di negara itu sebagai bagian dari misi untuk melacak asal-usul pandemi global virus Corona.

China enggan mengizinkan penyelidikan terhadap virus yang pertama kali terdeteksi di kota industri utama Wuhan akhir tahun lalu.

Tetapi mengalah setelah sejumlah negara meminta WHO untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan para wakilnya akan bersama para ilmuwan dan pakar medis China.

Khususnya, tentang kerja sama ilmiah dalam masalah penelusuran virus Corona baru ini.

China berpendapat virus itu mungkin berasal dari luar China.

Bahkan dengan marah membantah tuduhan virus itu menutupi skala wabah saat pertama kali mulai menyebar.

AS telah bergerak untuk memotong dana WHO atas tuduhan menanggapi terlalu lambat wabah virus.

Bukan itu saja, AS mengulangi klaim bahwa Beijing telah menanganinya dengan cepat tanpa verifikasi.

"Kami memiliki konsensus dasar dengan WHO, pelacakan virus adalah masalah ilmiah.”

“Sehingga memerlukan penelitian ilmiah internasional dan kerja sama para ilmuwan di seluruh dunia," kata Hua pada konferensi pers harian.

WHO telah mengkonfirmasi kunjungan tersebut oleh seorang ahli epidemiologi dan spesialis penyakit hewan.

Tetapi belum memberikan informasi mengenai agendanya saat berada di Cina.

Virus ini diyakini berasal dari kelelawar, kemudian melompat ke manusia melalui spesies perantara.

Mungkin trenggiling yang dihargai mahal di China karena sisiknya digunakan dalam pengobatan Tiongkok termasuk dagingnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved