Breaking News:

Opini

Protokol Pendidikan Di Era New Normal  

Kehidupan manusia setiap saat dihadapkan pada situasi perubahan yang bisa direncanakan, tiba-tiba dan tak bisa diperhitungkan

Protokol Pendidikan Di Era New Normal   
IST
DR. ILYAS WAHAB GAM, SE, MM, Dekan FKIP Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh

OLEH DR. ILYAS WAHAB GAM, SE, MM, Dekan FKIP Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Aceh

Kehidupan manusia setiap saat dihadapkan pada situasi perubahan yang bisa direncanakan, tiba-tiba dan tak bisa diperhitungkan sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut telah berdampak dalam hubungan sosial (social relation) dan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. Semua perubahan yang terjadi pada tatanan kehidupan masyarakat termasuk dalam hal nilai sosial, sikap, dan pola perilaku pribadi dan kelompok-kelompok masyarakat.

Begitu hebatnya wabah yang sedang melanda dunia, seluruh tatanan dan sektor kehidupan masyarakat berubah, baik dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan bahkan pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan membentuk sebuah tatanan baru pascapandemik yang sering disebut new era-normal.Istilah new era-normal adalah awal baru untuk menyosong era baru pascapandemik, yang kita pahami bersama bahwa semuanya tidak akan kembali sama seperti sebelumnya.

Menghadapi begitu hebatnya wabah, banyak negara mengambil kebijakan tegas, ada yang lockdown, ada yang melakukan pembatasan seperti di Indonesia dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebarannya. Inti dari kebijakan pemerintah adalah menyelamatkan kesehatan masyarakat, yang diimplementasi dalam protokol kesehatan dengan beberapa anjuran; jaga jarak, cuci tangan, pakai masker dsbnya.

Protokol pendidikan

Dampaknya, pelaksanaan pendidikan terutama pada jenjang persekolahan, perguruan tinggi, pesantren semua harus mengikuti protokol kesehatan. Apalagi wacana pemerintah membuka sekolah kembali. Ada banyak masalah yang dihadapi dan perlu dipikirkan bila dikaitkan dengan protokol kesehatan sebagai acuan utama dalam masa era new normal ini. Secara teknis di lembaga persekolahan, timbul pertanyaan apakah pihak sekolah sudah siap melaksanakan proses belajar mengajar dengan acuan protokol kesehatan. Kita berharap hal tersebut dapat terlaksana dengan baik, mengingat ketersediaan anggaran, bagaimana pihak sekolah dapat memenuhi peralatan dan bahan sesuai dengan protokol kesehatan.

Bagaimana pelaksanaan proses PBM dilaksanakan dengan harus menjaga jarak, apakah dengan physical distancing jumlah siswa setiap kelas tetap seperti sekarang ini. Kalau harus dikurangi, bagaimana dengan penyediaan ruang kelas, porsi jam mengajar mengajar guru, penggunaan laboratorium, perpustakaan dan fasilitas sarana pembelajaran lainnya. Selama ini saat pandemi corona mewabah pemerintah mengambil kebijakan dengan pembelajaran melalui study from home (SFH) dengan memanfaatkan fasilitas digital internet melalui pembelajaran daring (online) seperti Zoom, Google Hangouts, Skype, dan aplikasi lainnya baik yang gratis maupun berbayar.

Pertanyaannya siapkah sekolah, guru maupun siswa melakukan penerapan pola pembelajaran seperti itu, bagaimana dengan fasilitas internet, terutama daerah yang masih zona merah, bagaimana guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melakukan proses tatap muka, evaluasi serta pengawasan sekolah.

Persoalan lain yang harus mendapat perhatian tentang banyak pihak yang kuatir saat sekolah dibuka, akan membuat kasus pandemi corona akan semakin meningkat, masalahnya adalah apakah perlu dilakukan pemantauan kesehatan gejala paparan infeksi corona baik melalui rapid test, swab atau pengukuran suhu badan, terhadap guru, siswa dan semua komunitas di lingkungan sekolah sehingga akan dapat diketahui lebih dini statusnya, apakah OTG, ODP, atau PDP.

Kalau hal tersebut dilaksanakan siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana koordinasi dan pembiayaannya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat kasus pandemik saat ini tidak dapat diprediksi, sehingga mengharuskan sekolah menyediakan peralatan dan bahan pencegahan penyebaran Covid-19, seperti penyediaan hand sanitizer, masker, alat pelindung diri lainnya, ruangan isolasi sementara bagi yang terdapat gejala corona, serta peningkatan layanan UKS, bagaimana koordinasinya baik dengan petugas kesehatan, serta Satgas penanggulangan Covid-19 di daerah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved