Breaking News:

Jurnalisme Warga

Merasakan Bahagia Saat ‘Sunset’ di Pantai Lhoknga

Sore itu saya bertemu dengan teman serantau, setelah dia mengeluh bosan selama pandemi Covid-19 di Banda Aceh

Merasakan Bahagia Saat ‘Sunset’ di Pantai Lhoknga
IST
PUTRI RAIHAN, Mahasiswi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry dan Siswa Sekolah Kita Menulis, melaporkan dari Lhoknga, Aceh Besar

OLEH PUTRI RAIHAN, Mahasiswi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry dan Siswa Sekolah Kita Menulis, melaporkan dari Lhoknga, Aceh Besar

AKHIR Juni 2020. Sore itu saya bertemu dengan teman serantau, setelah dia mengeluh bosan selama pandemi Covid-19 di Banda Aceh. Awalnya, dia menghubungi saya untuk ajak bertemu. Saya bingung untuk berjumpa dia dan tak tahu harus bertemu di mana.

Di tengah rembukan kami, terlintas di benak saya “Sunset Lhoknga” sebagai tempat pertemuan saya dengan dia, lalu kami ajak beberapa teman yang merantau ke Banda Aceh untuk melawat ke pantai. Semua kami akhirnya sepakat. Ketika hendak melangkah ke Sunset Lhoknga saya bersama empat teman, yaitu Widya Arsita boru Pane, Yuli, dan Annisa Khairina melintasi jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh. Terlihat hamparan rumput hijau di pinggir jalan.

Ketika sepeda motor hendak melaju, tiba-tiba terjadi hal yang tak mengenakkan. Sepmor saya mati. Saya dan teman saling menatap kebingungan, mengapa ini terjadi pada waktu yang tidak tepat?  Selang 15 menit dalam kebingungan, tiba-tiba seorang pria yang saya kenal menghampiri kami. Dia langsung membantu kami sehingga motor saya menyala kembali.

Dalam perjalanan menuju Sunset Lhoknga saya heran mengapa begitu ramai kendaraan yang menuju ke sana? Apakah karena semua orang merasa saat ini merupakan era ‘new normal’ atau adaptasi kebiasaan baru, sehingga ramai orang menuju pantai. Ketika kami memasuki lokasi Sunset Lhoknga, terlihat banyak kendaraan yang diparkir. Ini pertanda, mengisolasi diri di rumah selama pandemi Covid-19 tak lagi begitu dipatuhi publik.

Lhoknga yang biasanya menjadi tempat weekend  bagi keluarga kini menjadi  tempat hiburan bagi muda-mudi yang ada di BandaAceh dan Aceh Besar. Saya terus berpikir apa yang membuat Sunset Lhoknga begitu dilirik muda-mudi? Sejauh yang saya ketahui dulunya Sunset Lhoknga ini jarang dilirik, apalagi dikunjungi oleh warga lokal. Biasanya yang suka datang ke sini justru turis mancanegara, ada yang berasal dari Malaysia, Prancis, Australia, Cina, dan Jepang.

Sebagian dari turis asing itu biasanya surfing  sambil menikmati matahari tenggelam di Sunset Lhoknga. Pantai Lhoknga kini menjadi ikon pariwisata lokal. Ombak dan pemandangannya yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing dan domestik. Pasirnya yang putih, gunung hijau, pantai biru, dan matahari yang terik melengkapi pesona pantai yang berjarak 16 km dari pusat Kota Banda Aceh ini.

Akhir-akhir ini Sunset Lhoknga cenderung dilirik masyarakat setempat, sehingga setiap sore tempat ini ramai pengunjungnya, terlebih pada masa weekend.

Menurut saya, Sunset Lhoknga menjadi tempat yang sangat cocok untuk menemukan inspirasi bagi muda-mudi Aceh dalam berinovasi dan berkarya. Tidak hanya mereka yang sudah berkeluarga, muda-mudi pun ramai melawat ke Sunset Lhoknga. 

Berdasarkan pengalaman saya, ada hal dan suasana baru yang saya dapatkan di tempat ini, yakni tempatnya terhampar di tepi pantai, menyajikan makanan  seperti ikan bakar, seafood crab and fish, mi rebus, kentang goreng, pisang cokelat keju, dan aneka minuman seperti kelapa muda, aneka float, ice blend, teh tarik, teh dingin, dan masih banyak lagi. Selain itu, harga kulinernya terjangkau sehingga disukai para muda-mudi yang belum punya penghasilan tetap.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved