Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Tahun 2020 Sudah Dua Kasus Korban Tenggelam di Danau Lut Tawar, Ini Imbauan BPBD Aceh Tengah

Pasalnya, sepanjang tahun 2020 sudah ada dua kasus anak-anak tenggelam di Danau Lut Tawar ketika sedang mandi

SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Jenazah korban tenggelam di Danau Lut Tawar, Deni Mahara (15) dibawa ke RSU Datu Beru, Takengon. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS. COM, TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau agar para pemilik objek wisata di seputaran Danau Lut Tawar untuk membuat zona aman serta larangan untuk berenang di kawasan rawan bagi para pengunjung yang ingin berwisata.

Pasalnya, sepanjang tahun 2020 sudah ada dua kasus anak-anak tenggelam di Danau Lut Tawar ketika sedang mandi.

Kasus terbaru, meninggalnya Deni Mahara (15) warga Kampung Rejeki Bukit, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

“Kejadian hari ini, menjadi pelajaran untuk kita semua, agar kembali memperhatikan daerah-daerah rawan berenang dii Danau Lut Tawar,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ishak kepada Serambinews.com, Sabtu (18/7/2020).

Gadis Ini Berurai Air Mata Melihat Pengorbanan Ayahnya, Ini Tekadnya Kedepan

Dia menyebutkan, imbauan terhadap larangan berenang di kawasan rawan di Danau Lut Tawar, sudah sering disampaikan kepada masyarakat, khususnya bagi para pengelola maupun pemilik objek wisata.

“Terkadang, para pengunjung mandinya tidak di lokasi wisata, tetapi di luar objek sehingga luput dari pengawasan,” ujarnya.

Sopir Diduga Mengantuk, Truk Bermuatan Kayu Olahan Terjun ke Jurang di Gunung Geurutee

Meski begitu, lanjut Ishak, pihaknya akan tetap menekankan kepada para pengelola wisata, khususnya di seputaran Danau Lut Tawar agar bisa memperketat pengawasan terhadap para pengunjung serta membuat zona aman berenang serta zona larangan berenang.

“Termasuk juga menyediakan peralatan keselamatan seperti pelampung, bila ada sarana permainan seperti perahu serta ada petugas yang rutin mengawasi pengunjung,” lanjutnya.

Apalagi, sebut Ishak, dalam waktu dekat objek-objek wisata direncanakan akan segera dibuka seiring dengan adanya penerapan new normal atau kebiasaan baru Covid-19.

Ditolak Isi Bensin Dalam Botol, Pria Ini Lepaskan Dua Ular Kobra ke Dalam Kantor SPBU

“Sudah bisa dipastikan, bila objek wisata dibuka, jumlah pengunjung akan membludak mengingat sudah beberapa bulan terakhir objek wisata ditutup karena virus corona,” sebut Ishak.

Disisi lain, Kalaks BPBD Aceh Tengah ini, menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah yang menimpa salah seorang remaja asal Kampung Reje Bukit, Kecamatan Bebesen yang meninggal tenggelam di kawasan Bebuli, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan.

“Dari dua kasus tenggelam di tahun ini, korbanya merupakan warga lokal. Jadi, orang tua juga harus ikut berperan dalam mengawasi anak-anaknya, apalagi ketika bermain di pinggir Danau,” pungkasnya. (*)

Warga Nagan Raya Temukan Bekas Kaki Harimau di Kebun Sawit, Lokasi Dekat Pemukiman Penduduk

Penulis: Mahyadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved