Penyair Sapardi Djoko Damono Tutup Usia, Berikut Kumpulan Puisi Romantis Ciptaannya

Penyair kelahiran Solo 80 tahun silam ini menutup usia pada pukul 09.17 WIB, Minggu(19/7) pagi.

Editor: Amirullah
Gramedia via KOMPAS.com
Penyair Sapardi Djoko Damono dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020) pagi ini sekitar pukul 09.17 WIB. 

SERAMBINEWS.COM - Nama Sapardi Djoko Damono sudah tak asing di telinga para penikmat puisi.

Penyair kelahiran Solo 80 tahun silam ini menutup usia pada pukul 09.17 WIB, Minggu(19/7) pagi.

Kabar meninggalnya Sapardi Djoko Damono disampaikan oleh Pengurus Cabang Istimewa NU di Amerika, lewat akun Twitter @sahaL_AS.

"Sugeng tindak, Penyair 'Hujan Bulan Juni' Sapardi Djoko Damono. Semoga husnul khatimah," tulis Akhmad Sahal.

Puisi milik pujangga legenda Sapardi Doko Damono

Sapardi Djoko Damono merupakan sastrawan yang menelurkan banyak karya.

Dari puisi, cerpen dan lainnya.

Diketahui pujangga era 70-an ini telah menerbitkan sejumlah buku puisi, esai, fiksi, bahkan menerjemahkan karya sastra sejak 1969.

()

Sapardi Djoko Damono

Berikut beberapa karya Sapardi Djoko Damono yang berhasi Tribunnewswiki rangkum :

Puisi Yang Fana Adalah Waktu

satu di antara banyak puisi Sapardi Djoko Damono yang terkenal adalah Yang Fana Adalah Waktu.

Puisi ini termuat dalam kumpulan sajak Perahu Kertas (1983).

Berikut narasi puisi tersebut:

Yang Fana Adalah Waktu

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved