Breaking News:

Pagelaran Seni

Pagelaran Seni Virtual Tahap Pertama Taman Seni dan Budaya Aceh Libatkan 21 Sanggar dan Komunitas

Pertunjukan seni virtual Taman Seni dan Budaya Aceh ini adalam rangka mengisi ruang kreatif masa pandemi Covid-19.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok Taman Seni dan Budaya Aceh
Poster Pagelaran Seni Virtual 

Laporan Fikar W Eda | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Program pagelaran seni virtual Taman Seni dan Budaya Aceh tahap pertama, Juli-Agustus 2020,  melibatkan 21 sanggar dan komunitas serta dua gelaran pameran seni rupa, menelan biaya Rp 750 juta.

Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh Elly Zuarni MS, program tahap kedua diselenggarakan setelah program tahap pertama dilaporkan dan dievaluasi.

“Tahap pertama sudah selesai, tinggal penayangannya saja melalui Youtube, sesuai jadwal tayang yang sudah kami publikasikan. Selanjutnya kita melangkah ke tahap kedua dengan alokasi anggaran sama,” ujar Elly Zuarni.

Pagelaran seni virtual tahap pertama melibatkan kelompok dan sanggar musik, teater, film dan seni rupa. Tahap berikutnya ditampilkan sastra, tari dan sebagainya.

Ia mengatakan, karya seni pertunjukan tersebut ditayangkan melalui Youtube milik Taman Budaya Aceh.

“Publik dipersilakan menikmati pertunjukan seniman-seniman Aceh ini melalui youtube. Kita apresiasi bersama karya mereka,” ujar Elly yang juga akris teater ini.

Pertunjukan seni virtual Taman Seni dan Budaya Aceh ini adalam rangka mengisi ruang kreatif masa pandemi Covid-19. Ia mengatakan senman merupakan kelompok yang terdampak langsung dari pandemi tersebut.

“Agenda-agenda pertunjukan dibatalkan. Aktivitas seni di tempat umum ditidiakan, menyusul adanya pembatasan oleh pemerintah,” ujarnya.

Elly mengharapkan, pagelaran virtual Taman Seni Budaya Aceh ini dapat menyuntikkan semangat bagi seniman untuk terus berkreasi.

Selain melalui UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, aktivitas seniman di masa pandemi juga dialokasikan anggaran Rp 400 juta untuk program “Fasilitasi Karya seniman Aceh” (FKSA) dari Bagian Bahasa dan Seni Dinas Budpar Ace.

Kepala Bidang Bahasa dan Seni Budpar Aceh, Suburhan, mengharapkan, program ini akan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku seni Aceh.

Khusus program FKSA juga berlangsung sampai  akhir Agustus tahun 2020 melibatkan 30 orang tim kurator, terdiri dari pakar-pakar seni. Karya karya seniman akan dikurasi sehingga diharapkan karya-karya seni yang dihasilkan menjadi maksimal.

“Semua karya yang dikurasi akan mendapat bantuan dana fasilitasi, hanya saja besaran dananya akan disesuaikan dengan nilai karya itu sendiri, yang akan menilai karya adalah seniman-seniman yang profesional di bidangnya,” sebut Suburhan.(*)

Ayah Tewas Ditangan Anak Kandung, Pelaku Sempat Pangku Jasad Korban Sambil Menangis Tersedu

Rossi Keluhkan Kondisi Ban, Bos Michelin Sebut Gaya Balap Legenda MotoGP Itu yang Bermasalah

Lampaui New York, California Kini Jadi Episentrum Virus Corona di Amerika Serikat

Kotatua Temukan Objek Wisata Tersembunyi Telaga Air Terjun di Kecamatan Kota Bahagia Aceh Selatan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved